Konten dari Pengguna

Apakah Tarawih Bisa Dilakukan Sendiri? Ini Jawabannya

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah Tarawih Bisa Dilakukan Sendiri, Foto: Unsplash/Graphe Tween
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah Tarawih Bisa Dilakukan Sendiri, Foto: Unsplash/Graphe Tween

Apakah tarawih bisa dilakukan sendiri? Pertanyaan ini kerap muncul ketika memasuki bulan suci Ramadan, terutama bagi umat Muslim yang tidak memiliki kesempatan untuk melaksanakannya secara berjamaah di masjid.

Pertanyaan ini menjadi relevan dalam berbagai kondisi, seperti keterbatasan waktu, jarak, kesehatan, maupun situasi tertentu yang membuat seseorang harus beribadah di rumah.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana ketentuan pelaksanaan salat tarawih dalam ajaran Islam serta fleksibilitas yang diberikan syariat dalam menjalankan ibadah tersebut.

Apakah Tarawih Bisa Dilakukan Sendiri?

Ilustrasi Apakah Tarawih Bisa Dilakukan Sendiri, Foto: Unsplash/Bimbingan Islam

Apakah tarawih bisa dilakukan sendiri? Dikutip dari Begini Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri Dirumah, oleh bkpp, dalam situs bkpsdm.demakkab.go.id, ya, sholat tarawih dapat dilakukan sendiri di rumah.

Perbedaan antara salat tarawih berjamaah dan sendiri adalah pada niat yang diucapkan. Salat tarawih yang dilaksanakan di rumah pada dasarnya dapat dikerjakan dengan jumlah 11 rakaat.

Susunan yang umum dilakukan adalah 8 rakaat untuk salat tarawih dan ditutup dengan 3 rakaat salat witir. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan tertib agar ibadah dapat dijalankan dengan khusyuk serta sesuai tuntunan yang dianjurkan.

Dalam praktiknya, salat tarawih lebih utama dilaksanakan dua rakaat setiap satu kali salam. Apabila seseorang berniat mengerjakan 8 rakaat tarawih, maka pelaksanaannya dibagi menjadi empat kali dua rakaat.

Setiap selesai dua rakaat, diakhiri dengan salam, kemudian berdiri kembali untuk mengerjakan dua rakaat berikutnya hingga genap delapan rakaat.

Pola ini dianggap lebih sesuai dengan kebiasaan yang dicontohkan dalam pelaksanaan sholat malam, sehingga memberi kesempatan untuk beristirahat sejenak dan menjaga kekhusyukan.

Setelah menyempurnakan 8 rakaat sholat tarawih, ibadah dilanjutkan dengan salat witir sebanyak 3 rakaat sebagai penutup salat malam.

Untuk pelaksanaan witir, terdapat dua cara yang umum dilakukan. Pertama, tiga rakaat dikerjakan sekaligus dengan satu kali salam di akhir rakaat ketiga. Kedua, dua rakaat terlebih dahulu diakhiri dengan salam, kemudian dilanjutkan satu rakaat lagi dan ditutup dengan salam.

Di sisi lain, terdapat pula sebagian umat Muslim yang melaksanakan sholat tarawih dengan empat rakaat dalam satu kali salam. Praktik ini juga memiliki dasar riwayat, salah satunya bersumber dari keterangan Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menjelaskan bagaimana Rasulullah saw melaksanakan sholat malam.

Perbedaan tata cara tersebut menunjukkan adanya keluasan dalam pelaksanaan ibadah sunah ini, sehingga umat Islam dapat menyesuaikannya dengan kemampuan dan keyakinan masing-masing tanpa mengurangi nilai keutamaannya.

Niat Sholat Tarawih Sendiri

Ilustrasi Apakah Tarawih Bisa Dilakukan Sendiri, Foto: Unsplash/Bimbingan Islam

Langkah awal dalam melaksanakan sholat tarawih secara mandiri adalah melafalkan niat. Berikut bacaan niatnya:

"Usholli sunnatat-tarawihi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta‘ala."

Yang artinya: “Saya berniat melaksanakan salat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta‘ala.”

Sesudah mengucapkan niat tersebut, pelaksanaan sholat tarawih dilakukan sebagaimana tata cara sholat sunnah pada umumnya. Perhatikan pula jumlah rakaat yang telah ditentukan, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.

Baca juga: Teks Doa Sholat Tarawih dan Witir yang Umum Dibaca di Masjid