Apa yang Dimaksud Dzawil Furudh dalam Ilmu Waris Islam? Ini Jawabannya
Membahas berbagai informasi dari beragam topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang dimaksud dzawil furudh merupakan salah satu konsep penting dalam ilmu waris Islam yang perlu dipahami oleh setiap Muslim. Istilah ini sering muncul dalam pembahasan pembagian harta peninggalan seseorang yang telah meninggal dunia.
Dalam hukum waris Islam, terdapat aturan yang sangat jelas dan rinci mengenai siapa saja yang berhak menerima warisan serta berapa besar bagian yang diperoleh masing-masing ahli waris. Dzawil furudh menjadi bagian utama dalam sistem tersebut karena mereka termasuk golongan ahli waris yang memiliki hak pasti.
Dengan memahami konsep ini, pembagian warisan dapat dilakukan secara adil, sesuai syariat, dan terhindar dari konflik keluarga yang sering terjadi akibat ketidaktahuan.
Apa yang Dimaksud Dzawil Furudh yang Terkait dengan Warisan
Apa yang dimaksud dzawil furudh adalah kelompok ahli waris dalam Islam yang memiliki bagian pasti atau telah ditentukan besarannya dalam pembagian harta warisan.
Berdasarkan penjelasan dari laman jdih.sukoharjokab.go.id, dzawil furudh (atau disebut juga ashabul furudh/dzulfaraidh) merupakan ahli waris yang menerima bagian tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Bagian ini tidak boleh diubah karena telah diatur dalam ketentuan hukum Islam. Misalnya, seorang ayah dapat memperoleh bagian tertentu seperti sepertiga atau seperenam tergantung kondisi keluarga yang ditinggalkan pewaris.
Dalam sistem pembagian warisan, bagian dzawil furudh harus diberikan terlebih dahulu sebelum sisa harta dibagikan kepada ahli waris lain.
Setelah hak para dzawil furudh dipenuhi, barulah sisa harta dibagikan kepada kelompok ahli waris lain seperti dzulqarabat atau yang dikenal dengan istilah ‘ashabah, yaitu mereka yang menerima bagian tidak pasti dan bergantung pada sisa harta yang ada.
Jika kedua kelompok tersebut tidak ada, maka harta dapat diberikan kepada dzawil arham, yaitu kerabat yang lebih jauh.
Dzawil furudh memiliki peran utama dalam menentukan struktur awal pembagian warisan dalam Islam. Mereka menjadi prioritas karena bagian yang mereka terima sudah ditetapkan secara pasti berdasarkan syariat.
Sistem ini menunjukkan bahwa hukum waris Islam sangat teratur, sistematis, dan menjunjung tinggi keadilan dalam pembagian harta. Dengan memahami konsep ini, diharapkan pembagian warisan dapat dilakukan secara adil dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. (Yolan)
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Budaya? Simak Penjelasannya di Sini