Dzalika Taqdirul Azizil Alim Artinya Apa? Ini Makna dan Penjelasannya
Membahas berbagai informasi dari beragam topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dzalika Taqdirul Azizil Alim kerap menarik perhatian dalam pembahasan tafsir Al-Qur’an karena menjadi bagian dari ayat yang memiliki pesan mendalam untuk direnungkan bagi umat Islam yang membacanya.
Penggalan kalimat ini terdapat dalam Surah Yasin dan sering dibaca dalam berbagai kesempatan ibadah, sehingga banyak yang ingin memahami makna serta hikmah yang terkandung di baliknya secara lebih utuh.
Makna Dzalika Taqdirul Azizil Alim dalam Surat Yasin
Dalam kajian tafsir, Dzalika Taqdirul Azizil Alim,” merupakan ayat dalam Surat Yasin ayat 38 yang artinya, “..dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
Penjelasan ini terdapat dalam Surah Yasin yang termasuk golongan surah Makkiyah, yakni ayat-ayat yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah ke Madinah. Surah ke-36 dalam Al-Qur’an ini terdiri dari 83 ayat.
Ungkapan ini hadir setelah penjelasan tentang peredaran matahari yang bergerak menuju tempat perhentiannya sesuai ketentuan Allah, sehingga menjadi bagian penting dalam rangkaian pesan tentang keteraturan alam semesta.
Ayat tersebut menggambarkan perjalanan matahari yang berjalan mengikuti garis edar tertentu sebagai tanda kekuasaan sekaligus bukti kesempurnaan ciptaan-Nya. Berdasarkan artikel yang diunggah lptqkalteng.com, ayat Dzalika Taqdirul Azizil Alim ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak 14 kali.
Surah Yasin memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi umat Islam. Pembacaan surah ini kerap diamalkan sebagai bentuk ibadah dan sarana memperkuat keimanan, bahkan disebutkan adanya ijazah amalan membaca Yasin dengan keutamaan tertentu sebagai bagian dari tradisi keilmuan Islam.
Melalui rangkaian ayat tersebut, ditegaskan bahwa seluruh keteraturan alam berada dalam ketetapan yang sempurna. Tidak ada satu pun pergerakan di alam semesta yang berlangsung secara kebetulan.
Lafaz Al-Aziz menunjukkan kekuasaan Allah yang tidak dapat dikalahkan, sedangkan Al-Alim menggambarkan keluasan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu.
Ayat ini sekaligus mengajak manusia untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah melalui alam semesta. Matahari yang terus bergerak tanpa pernah melenceng menjadi simbol keteraturan ciptaan yang berada dalam kendali-Nya.
Selain sebagai penjelasan fenomena alam, ayat ini juga mengandung pesan spiritual tentang penerimaan terhadap takdir. Manusia diajak memahami bahwa kehidupan berjalan sesuai ketetapan Allah yang Maha Mengetahui segala keadaan hamba-Nya.
Dzalika Taqdirul Azizil Alim menjadi pengingat bahwa seluruh alam semesta bergerak dalam aturan yang telah ditentukan secara sempurna.
Pemahaman terhadap ayat ini tidak hanya menambah wawasan tafsir, tetapi juga memperkuat keyakinan bahwa setiap perjalanan hidup berada dalam ketetapan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui. (Rahma)
Baca juga: Alquran adalah Mukjizat Terbesar Nabi, Petunjuk Hidup yang Abadi