Konten dari Pengguna

Kenapa Langit Berwarna Biru? Simak Penjelasannya di Sini

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Langit Berwarna Biru, Foto:Unsplash/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Langit Berwarna Biru, Foto:Unsplash/Getty Images

Kenapa langit berwarna biru? Pertanyaan sederhana ini muncul ketika kita menatap langit yang cerah pada siang hari.

Banyak orang mungkin pernah memikirkannya sejak kecil, namun tidak semua benar-benar mengetahui penjelasan ilmiah di balik fenomena alam yang tampak begitu biasa tersebut.

Padahal, warna biru yang menghiasi langit sebenarnya merupakan hasil dari proses ilmiah yang menarik dan melibatkan interaksi antara cahaya matahari serta partikel-partikel kecil yang ada di atmosfer bumi.

Kenapa Langit Berwarna Biru?

Ilustrasi Kenapa Langit Berwarna Biru, Foto:Unsplash/uriel

Kenapa langit berwarna biru? Dikutip dari laman pls.fip.unesa.ac.id, mengungkapkan bahwa fenomena ini terjadi karena adanya proses fisika di atmosfer Bumi yang disebut Penyebaran Rayleigh (Rayleigh Scattering), yaitu penyebaran cahaya Matahari oleh molekul-molekul gas di udara.

Cahaya Matahari sebenarnya terdiri dari berbagai warna yang membentuk spektrum cahaya, mulai dari merah hingga ungu. Setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda.

Warna merah memiliki panjang gelombang paling panjang, sedangkan warna biru dan ungu memiliki panjang gelombang yang lebih pendek.

Ketika cahaya Matahari memasuki atmosfer Bumi, cahaya tersebut bertemu dengan molekul-molekul gas yang sangat kecil, terutama nitrogen dan oksigen.

Karena ukuran molekul ini jauh lebih kecil dibandingkan panjang gelombang cahaya, maka cahaya akan tersebar ke berbagai arah.

Dalam proses tersebut, cahaya dengan panjang gelombang yang lebih pendek, seperti biru dan ungu, lebih mudah tersebar dibandingkan warna lainnya.

Penyebaran cahaya biru yang terjadi di berbagai arah membuat langit terlihat berwarna biru dari permukaan Bumi.

Cahaya biru yang tersebar memenuhi langit sehingga dapat terlihat dari berbagai sudut pandang. Meskipun cahaya ungu sebenarnya tersebar lebih kuat, mata manusia lebih peka terhadap warna biru sehingga warna inilah yang lebih dominan terlihat.

Kondisi ini berbeda ketika Matahari berada di posisi rendah, seperti saat terbit atau tenggelam. Pada saat tersebut, cahaya Matahari harus melewati jalur atmosfer yang lebih panjang sebelum mencapai permukaan Bumi.

Perjalanan yang lebih jauh ini menyebabkan sebagian besar cahaya dengan panjang gelombang pendek, seperti biru, ungu, dan hijau, sudah lebih dahulu tersebar di sepanjang jalurnya.

Akibatnya, cahaya yang masih tersisa dan sampai ke mata manusia adalah cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang, yaitu merah, oranye, dan kuning.

Oleh karena itu, langit saat matahari terbit maupun terbenam sering terlihat berwarna hangat dan mencolok.

Fenomena ini menunjukkan bahwa warna langit dipengaruhi oleh cara cahaya Matahari berinteraksi dengan molekul-molekul yang terdapat di atmosfer Bumi.(DANI)

Baca juga: Tari Piring dari Daerah Mana ? Cari Tahu di Sini