Konten dari Pengguna

Lagu Bertangga Nada Pelog Memiliki Ciri Khas, Ini Penjelasannya

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Lagu bertangga nada pelog memiliki ciri khas . Foto: Unsplash/Joachim Schnürle
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lagu bertangga nada pelog memiliki ciri khas . Foto: Unsplash/Joachim Schnürle

Di dalam musik, lagu bertangga nada pelog memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dibandingkan jenis tangga nada lainnya. Tangga nada pelog merupakan salah satu tangga nada tradisional yang banyak digunakan dalam musik gamelan di Indonesia, khususnya di Jawa dan Bali.

Karakter suara yang dihasilkan cenderung unik karena susunan nadanya tidak berjarak sama seperti tangga nada diatonis pada musik modern. Selain itu, pelog dikenal memiliki nuansa yang lebih khidmat, tenang, dan kadang terdengar sakral.

Hal inilah yang membuat lagu-lagu dengan tangga nada pelog sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun upacara adat yang penuh makna budaya.

Suwe Ora Jamu, Contoh Lagu Bertangga Nada Pelog yang Populer

Ilustrasi Lagu bertangga nada pelog,. Foto: Unsplash/Tobin Harris

Mengutip dari laman rri.co.id, pelog adalah salah satu tangga nada utama dalam musik tradisional Indonesia yang memiliki perbedaan mencolok pada interval antar nadanya. Lagu bertangga nada pelog umumnya berciri khas tenang.

Tidak seperti tangga nada diatonis yang memiliki jarak nada teratur, pelog justru memiliki jarak yang tidak sama antara satu nada dengan nada lainnya.

Dalam satu oktaf, tangga nada pelog sebenarnya terdiri dari tujuh nada, namun dalam praktik penggunaannya sering hanya dipilih lima nada tertentu sesuai kebutuhan lagu.

Inilah yang membuat pelog juga sering dikategorikan sebagai tangga nada pentatonis dalam konteks penggunaannya. Selain itu, variasi pemilihan nada dalam pelog juga dapat berbeda-beda tergantung daerah dan jenis gamelan yang digunakan, sehingga menghasilkan warna musik yang beragam.

Ciri khas lainnya adalah adanya kombinasi interval pendek dan panjang yang menciptakan kesan musikal yang lebih ekspresif dan tidak monoton. Lagu-lagu dengan tangga nada pelog umumnya terdengar lebih tenang, agung, dan penuh perasaan, sehingga sering digunakan dalam pertunjukan seni yang bersifat formal atau sakral.

Dalam dunia musik tradisional, pelog biasanya dimainkan menggunakan alat musik gamelan seperti saron, bonang, dan gong, yang semakin memperkuat karakter khasnya.

Beberapa contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada pelog antara lain “Gundul-Gundul Pacul”, “Pitik Tukung”, dan “Ngusak Asing”.

Keberadaan tangga nada pelog ini menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang memiliki sistem musik berbeda dari musik Barat, sekaligus menjadi identitas penting dalam seni tradisional yang terus dilestarikan hingga sekarang oleh masyarakat.(Yolan)

Baca juga: Apa Arti Interval Nada dan Fungsinya dalam Musik? Cari Tahu Jawabannya di Sini