Konten dari Pengguna

Munafik termasuk Akhlak Apa? Ini Ciri-Ciri dan Contoh Perilakunya

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Munafik termasuk Akhlak, Foto: Unsplash/Dipqi Ghozali
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Munafik termasuk Akhlak, Foto: Unsplash/Dipqi Ghozali

Munafik termasuk akhlak apa? Pertanyaan ini sering muncul ketika membahas perilaku dalam Islam, karena sifat munafik dikenal sebagai salah satu akhlak tercela yang dapat merusak kepercayaan, hubungan antar sesama, bahkan kualitas keimanan seseorang.

Dalam ajaran Islam, munafik digolongkan sebagai akhlak mazmumah atau perilaku tercela. Akhlak ini mencerminkan ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan serta menunjukkan lemahnya kejujuran dan integritas dalam diri seseorang.

Munafik termasuk Akhlak Apa Menurut Ajaran Islam

Ilustrasi Munafik termasuk Akhlak, Foto: Unsplash/Giulia Grani

Munafik termasuk akhlak tercela (madzmumah) atau perilaku tidak terpuji yang sangat dibenci Allah Swt. dan Rasul-Nya.

Dikutip dari MUNAFIK: Bahaya Laten dan Kejahatan Permanen, oleh Prof. Dr. H. Munawir K., S.Ag., M.Ag., (2024), dalam situs uin-alauddin.ac.id, munafik dalam ajaran Islam merujuk pada individu yang secara lahir tampak beriman, tetapi di dalam batinnya menyimpan penolakan atau ketidakpercayaan.

Ciri utama orang munafik menurut hadits Nabi Muhammad saw adalah bermuka dua, yang mencakup tiga tanda utama yaitu jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, dan jika dipercaya berkhianat.

Kata munafik berakar dari istilah nifaq, yang menggambarkan adanya pertentangan antara apa yang diyakini dalam hati dengan apa yang diucapkan atau diperlihatkan melalui perbuatan.

Kemunafikan dipandang sebagai penyakit batin yang serius dan membahayakan. Salah satu contoh perilaku munafik yaitu berdusta dalam perkataan, seperti sering berbohong, memutarbalikkan fakta demi keuntungan pribadi, atau memfitnah.

Oleh sebab itu, demi memelihara persatuan dan kedamaian, setiap individu perlu menanamkan nilai kejujuran, ketulusan, dan konsistensi dalam kehidupan pribadi maupun dalam interaksi sosial.

Kepura-puraan dan sikap tidak tulus dapat menghancurkan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketidaksesuaian antara ucapan, niat, dan perbuatan melahirkan prasangka, memicu perselisihan, serta mengikis rasa saling percaya.

Dampaknya, hubungan sosial menjadi rapuh dan situasi lingkungan pun mudah goyah. Allah Swt. telah memberikan peringatan keras mengenai ancaman dari perilaku semacam ini.

Sikap munafik merujuk pada perilaku seolah-olah menjunjung nilai atau keyakinan tertentu demi memperoleh simpati, citra baik, atau manfaat tertentu, padahal dalam kenyataannya nilai tersebut tidak benar-benar diyakini atau dijalankan.

Adapun oportunisme adalah kecenderungan memanfaatkan peluang demi kepentingan pribadi, meskipun harus mengesampingkan etika, prinsip, atau bahkan merugikan pihak lain.

Itulah penjelasan mengenai munafik termasuk akhlak tercela. Orang yang munafik menjadi ancaman yang bersembunyi di tengah kehidupan sosial. (IF)

Baca juga: 8 Contoh Perilaku Durhaka Kepada Orang Tua