Konten dari Pengguna

Negara Pemrakarsa ASEAN dan Penjelasan Lengkap Lainnya

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Negara Pemrakarsa ASEAN, Foto: dok. Kemenkeu/kumparanNEWS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Negara Pemrakarsa ASEAN, Foto: dok. Kemenkeu/kumparanNEWS

Dalam materi pelajaran sejarah dan hubungan internasional, siswa sering diminta untuk sebutkan negara pemrakarsa ASEAN sebagai bagian dari pembahasan tentang berdirinya organisasi tersebut.

Berbicara dengan negara pemrakarsa ASEAN, tentu saja akan berkaitan berkaitan dengan sejarah pembentukan kerja sama regional di kawasan Asia Tenggara yang dimulai melalui kesepakatan beberapa negara pendiri.

Negara Pemrakarsa ASEAN

Ilustrasi Bendera Negara Pemrakarsa ASEAN, Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan/kumparanNEWS

Mengutip situs https://fahum.umsu.ac.id, lima negara pemrakarsa ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.

Association of Southeast Asian Nations merupakan organisasi regional yang dibentuk oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat kerja sama dan menjaga stabilitas kawasan.

Organisasi ini resmi berdiri pada 8 Agustus 1967 melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok di Bangkok, Thailand. Lima negara yang menjadi pemrakarsa atau pendiri ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.

Pembentukan organisasi ini bertujuan meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, serta memperkuat perdamaian dan stabilitas regional.

Selain lima negara pendiri yang disebutkan di atas, beberapa negara lain di Asia Tenggara kemudian bergabung menjadi anggota ASEAN.

  1. Brunei Darussalam masuk pada tahun 1984

  2. Vietnam pada 1995,

  3. Laos dan Myanmar pada 1997

  4. Kamboja pada 1998.

Dengan bergabungnya negara-negara tersebut, ASEAN berkembang menjadi organisasi kawasan yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara.

Adam Malik (Indonesia)

Salah satu tokoh penting dalam pendirian ASEAN adalah Adam Malik, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia.

Beliau dikenal sebagai diplomat berpengaruh yang berperan besar dalam memperkuat hubungan kerja sama antarnegara di Asia Tenggara.

Adam Malik turut menandatangani Deklarasi Bangkok pada tahun 1967 bersama para menteri luar negeri negara lain.

Perannya sangat penting dalam menjembatani kepentingan nasional Indonesia dengan upaya membangun kerja sama regional yang lebih kuat di kawasan Asia Tenggara.

Narciso R. Ramos (Filipina)

Narciso R. Ramos merupakan tokoh pendiri ASEAN dari Filipina, yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Filipina. Sebelum terjun ke dunia diplomasi, beliau memiliki pengalaman sebagai jurnalis dan pengacara.

Pengalaman tersebut membuatnya memiliki wawasan luas dalam bidang politik dan hubungan internasional. Narciso Ramos turut menandatangani Deklarasi Bangkok sebagai bentuk dukungan Filipina terhadap pembentukan kerja sama regional di Asia Tenggara.

Tun Abdul Razak (Malaysia)

Tokoh berikutnya adalah Tun Abdul Razak, yang dikenal sebagai Perdana Menteri kedua Malaysia. Beliau juga dijuluki sebagai “Bapak Pembangunan Malaysia” karena perannya dalam memajukan negara tersebut.

Dalam proses pendirian ASEAN, Tun Abdul Razak menjadi salah satu tokoh yang berperan penting dalam mendorong terbentuknya kerja sama regional. Beliau ikut menandatangani Deklarasi Bangkok yang menjadi dasar berdirinya organisasi ASEAN.

S. Rajaratnam (Singapura)

Dari Singapura, tokoh yang menjadi pendiri ASEAN adalah S. Rajaratnam, yang merupakan Menteri Luar Negeri pertama Singapura. Beliau dikenal sebagai salah satu arsitek diplomasi modern Singapura.

S. Rajaratnam memiliki pandangan visioner tentang pentingnya kerja sama regional untuk menjaga stabilitas dan kemajuan kawasan.Beliau turut berperan dalam perundingan hingga akhirnya ASEAN resmi dibentuk melalui Deklarasi Bangkok.

Thanat Khoman (Thailand)

Tokoh terakhir adalah Thanat Khoman, Menteri Luar Negeri Thailand pada masa pembentukan ASEAN. Thailand sendiri menjadi negara tempat berlangsungnya penandatanganan Deklarasi Bangkok.

Thanat Khoman dikenal sebagai diplomat berpengalaman yang aktif dalam berbagai perundingan internasional. Beliau berperan penting dalam memfasilitasi diskusi antarnegara Asia Tenggara yang akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk membentuk ASEAN.

Pembentukan ASEAN oleh lima negara pemrakarsa menjadi tonggak penting dalam sejarah kerja sama di Asia Tenggara.

Melalui organisasi ini, negara-negara anggota berupaya memperkuat persatuan, menjaga perdamaian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan.

Hingga kini, ASEAN terus berkembang dan berperan penting dalam menjaga stabilitas regional serta mendorong kerja sama ekonomi, politik, dan sosial budaya di Asia Tenggara. (Fikah)

Baca juga: 3 Kerjasama ASEAN dalam Berbagai Bidang