Konten dari Pengguna

Peran Tokoh Uang 100.000, Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Peran Tokoh Uang 100.000, Foto: Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Peran Tokoh Uang 100.000, Foto: Unsplash/Mufid Majnun

Dalam uang kertas Indonesia, ada tergambar tokoh yang bersejarah untuk negara. Seperti di uang pecahan 100.000. Peran tokoh uang 100.000 dalam kehidupan masyarakat Indonesia pun sangatlah penting.

Pecahan uang kertas di Indonesia tidak hanya sebatas alat transaksi, tetapi juga merepresentasikan nilai sejarah, identitas nasional, dan simbol penghargaan terhadap tokoh yang berjasa bagi bangsa.

Peran Tokoh Uang 100.000

Ilustrasi Peran Tokoh Uang 100.000, Foto: Unsplash/Mufid Majnun

Dikutip dari bi.go.id, peran tokoh uang 100.000 yang tak lain adalah proklamator kemerdekaan Indonesia Soekarno dan Mohammad Hatta ini menjadi figur sentral di balik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada Jumat pagi, 17 Agustus 1945, sekitar pukul 10.00 WIB, suasana di kediaman Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, dipenuhi oleh rasa tegang sekaligus haru.

Di halaman rumah tersebut, di hadapan para tokoh perjuangan dan masyarakat yang hadir, teks proklamasi kemerdekaan akhirnya dibacakan.

Lewat suara yang tegas, Soekarno menyampaikan pernyataan yang menandai berakhirnya penjajahan dan lahirnya sebuah bangsa yang berdaulat.

Momen itu bukan sekadar pembacaan sebuah dokumen, melainkan titik balik dalam sejarah panjang perjuangan rakyat Indonesia.

Sejak saat proklamasi dikumandangkan, kabar tentang kemerdekaan segera menyebar secara cepat melalui berbagai cara, mulai dari siaran radio, surat kabar, hingga penyebaran berita dari mulut ke mulut.

Dalam waktu singkat, informasi tersebut menjangkau berbagai daerah di Nusantara dan bahkan terdengar hingga ke luar negeri, memperkenalkan Indonesia sebagai negara merdeka kepada dunia internasional.

Pada sisi belakang uang kertas pecahan Rp100.000, tercetak ilustrasi kompleks Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Bangunan ini bukan sekadar latar visual, melainkan simbol penting dari sistem demokrasi Indonesia, karena disanalah para wakil rakyat menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, serta perumusan kebijakan negara.

Kehadirannya pada lembaran uang rupiah merepresentasikan nilai kedaulatan rakyat dan peran lembaga perwakilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perancangan gedung tersebut memiliki sejarah yang menarik. Pada tahun 1965, Presiden Soekarno menginisiasi sebuah sayembara desain arsitektur untuk membangun gedung parlemen yang megah dan mencerminkan identitas nasional.

Sayembara itu akhirnya dimenangkan oleh arsitek Soejoedi, yang menghadirkan rancangan visioner dan berbeda dari bangunan pemerintahan pada umumnya.

Salah satu ciri paling mencolok dari desain tersebut adalah bentuk atapnya yang khas dan mudah dikenali.

Ternyata, konsep atap itu terinspirasi dari bentuk kubah yang seolah-olah dibelah menjadi dua bagian, menciptakan siluet unik yang hingga kini menjadi ikon arsitektur modern Indonesia.

Itulah peran tokoh uang 100.000 yang menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia dan makna mendalam pada gambar bangunan yang ada di bagian belakang uang tersebut. (IF)

Baca juga: Apakah Soekarno Pahlawan Nasional? Ini Sejarah Lengkapnya