Konten dari Pengguna

Peribahasa Becik Ketitik Ala Ketara yang Populer di Jawa

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ucapan selamat hari buruh 2026, foto: unsplash/Dmitry Mashkin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ucapan selamat hari buruh 2026, foto: unsplash/Dmitry Mashkin

Peribahasa becik ketitik ala ketara dikenal dalam budaya masyarakat Jawa sebagai nasihat kehidupan yang sederhana namun penuh makna.

Ungkapan ini sering digunakan untuk mengingatkan bahwa kebaikan maupun keburukan seseorang tidak akan bisa disembunyikan selamanya.

Secara harfiah, “becik” berarti baik, “ketitik” berarti terlihat atau tampak, “ala” berarti buruk atau jahat, sedangkan “ketara” berarti jelas atau nyata. Jika digabungkan, maknanya adalah kebaikan akan terlihat dan keburukan pun pada akhirnya akan terungkap.

Makna Peribahasa Becik Ketitik Ala Ketara dalam Kehidupan

Ilustrasi ucapan selamat hari buruh 2026, foto: unsplash/Mediamodifier

Mengutip dari jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam,Novianto Puji Raharjo (2018:80-99), peribahasa becik ketitik ala ketara memiliki makna yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hubungan sosial, kejujuran, ketulusan, dan perilaku baik akan membangun kepercayaan dari orang lain. Sebaliknya, kebohongan atau tindakan curang biasanya tidak bisa bertahan lama.

Pepatah ini juga mengajarkan pentingnya menjaga integritas. Banyak orang berusaha menutupi kesalahan atau berpura-pura baik di hadapan orang lain, tetapi waktu sering menjadi pembukti yang paling adil.

Karakter asli seseorang pada akhirnya akan terlihat melalui tindakan nyata, bukan hanya kata-kata.

Dalam dunia kerja, misalnya, seseorang yang rajin dan bertanggung jawab akan mendapatkan pengakuan meskipun tidak selalu langsung terlihat. Sebaliknya, perilaku tidak jujur atau malas juga akan diketahui cepat atau lambat.

Begitu pula dalam lingkungan keluarga dan pertemanan, sikap tulus akan meninggalkan kesan yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa nilai dari peribahasa Jawa ini tidak hanya berlaku secara tradisional, tetapi juga tetap relevan di era modern.

Ungkapan ini juga sering dipakai oleh orang tua sebagai nasihat kepada anak-anak agar selalu menjaga perilaku. Tujuannya bukan sekadar agar dipandang baik oleh orang lain, tetapi agar hidup berjalan dengan prinsip yang benar.

Peribahasa Jawa memang kaya akan pesan moral, dan salah satu yang paling kuat adalah ungkapan ini. Kesederhanaan bahasanya membuat maknanya mudah dipahami oleh semua kalangan.

Pada akhirnya, peribahasa becik ketitik ala ketara mengajarkan bahwa tidak ada perbuatan yang benar-benar tersembunyi.

Kebaikan akan menemukan jalannya untuk terlihat, begitu juga keburukan akan muncul pada waktunya. Karena itu, hidup dengan kejujuran dan niat baik selalu menjadi pilihan terbaik. (Echi)

Baca juga: Maha Melihat Artinya Apa dalam Kajian Asmaul Husna