Sebutkan Isi Perjanjian Hudaibiyah dan Hikmah bagi Umat Islam
Membahas berbagai informasi dari beragam topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pelajaran agama Islam di sekolah tidak jarang ada soal yang membahas tentang sejarah Islam. Contoh bentuk soalnya seperti sebutkan isi perjanjian Hudaibiyah.
Perlu diketahui perjanjian Hudaibiyah terjadi pada bulan Ramadan tahun 8 Hijriah. Peristiwa ini melibatkan kaum Quraisy Mekah dengan Rasulullah saw. Bagaimana isi perjanjian tersebut?
Sebutkan Isi Perjanjian Hudaibiyah yang Penting dalam Sejarah Islam
Sebutkan isi perjanjian Hudaibiyah dan hikmahnya bagi umat Islam dari zaman dahulu hingga sekarang. Berikut jawaban lengkapnya:
1. Isi Pokok Perjanjian
Perjanjian ini telah disepakati oleh Rasulullah saw dan Suhail bin `Amru perwakilan dari kaum Quraisy. Isinya kedua belah pihak sepakat untuk tidak ada peperangan dalam waktu sepuluh tahun.
Siapa pun yang ingin mengikuti Muhammad saw, diperbolehkan secara bebas. Siapapun yang ingin mengikuti Quraisy, diperbolehkan secara bebas.
2. Perjanjian yang Menguntungkan
Tahun ini Rasulullah saw akan kembali ke Madinah. Akan tetapi tahun depan, mereka boleh masuk ke Mekah untuk melakukan tawaf selama tiga hari.
3. Isi Perjanjian yang Dianggap Merugikan
Pemuda yang masih memiliki ayah, atau memiliki wali, jika mengikuti Muhammad tanpa izin mereka, akan dikembalikan ke ayah atau walinya.
Bila ada orang Islam yang masuk ke kelompok Quraisy, ia tidak boleh kembali.
Meskipun dianggap merugikan dan diprotes oleh umat Islam tetapi ada banyak hikmah yang ada di dalamnya yang akan dibahas pada tulisan di bawah ini.
Hikmah Perjanjian Hudaibiyah
Setelah menjawab pertanyaan dari sebutkan isi perjanjian Hudaibiyah. Selanjutnya akan dibahas hikmah dari perjanjian tersebut, baik dari pasal perjanjian yang merugikan ataupun tidak.
Mengutip buku Sejarah Lengkap Rasulullah Jilid 2, Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, (2012:319), Perjanjian Hudaibiyah merupakan langkah baru untuk mengalihkan dakwah Islam dengan cara baru di luar Jazirah Arab.
Peristiwa ini juga membantu Nabi dalam mengirimkan surat untuk raja Persia, Romawi dan Qibthi menyeru mereka untuk masuk Islam.
Ibnul Qayyim menjelaskan, perjanjian Hudaibiyah adalah mukaddimah penaklukan yang lebih besar.
Dengan penaklukan itu Allah memuliakan Rasul dan tentara-Nya, kemudian manusia masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong.
Perjanjian Hudaibiyah merupakan pintu, kunci atau izin untuk penaklukan Makkah atau Fathul Makkah.
Seperti itulah sunnatullah dalam berbagai hal besar yang Allah gariskan untuk menjadi pijakan dan petunjuk menuju penaklukan Makkah. (NOV)
Baca juga: Air Liur Anjing Termasuk Najis Apa? Ini Aturan Syariatnya