Mobil Putih Halangi Ambulans Bawa Pasien Darurat di Solo, Pengemudi Minta Maaf

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ambulans. Foto: Faiz Zakiy Yamani/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ambulans. Foto: Faiz Zakiy Yamani/Shutterstock

Viral sebuah video mobil putih tampak menghalangi ambulans yang membawa pasien darurat menuju RSUD Moewardi Solo di Jalan Yos Sudarso, Solo, Senin (21/9).

Video singkat berdurasi 1 menit 31 detik tersebut memperlihatkan mobil ambulans telah membunyikan sirene dan klakson agar pengemudi mobil putih merek BYD itu menepi.

Namun, pengemudi mobil tersebut terus melaju hingga kedua kendaraan tersebut dalam posisi sejajar. Sopir ambulans kemudian berteriak, “Tolong, minggiro (menepilah), minggiro (menepilah).”

Namun, mobil tersebut terus tancap gas serta tetap berada di depan mobil ambulans.

Wirawan, pengemudi ambulans saat kejadian mengatakan peristiwa itu terjadi saat dirinya mengantar pasien emergency (gawat darurat), seorang lansia yang mengalami kondisi kritis, dari Gatak, Sukoharjo, menuju IGD RSUD Dr. Moewardi Solo.

“Pasien sudah (sakit) komplikasi, sudah penurunan kesadaran. Saturasinya sudah 80 persen jadi butuh akses jalan cepat,” kata Wirawan, Selasa (22/9).

RSUD Dr Moewardi Solo. Foto: RSUD Dr Moewardi Solo

Ia mengatakan ambulans dibawa dari Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, menuju RSUD Dr. Moewardi Solo sekitar pukul 09.12 WIB. Kejadian dalam video tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

“Setelah melewati bangjo (traffic light) perempatan Gemblegan saya di belakang mobil itu. Didahului tidak mau, malah sengaja nutup (jalan),” katanya.

Dia mengatakan, mobil listrik tersebut tidak hanya menutup jalur ambulans yang harus didahulukan sebagai kendaraan prioritas, namun juga cenderung memperlambat laju kendaraan.

Situasi diperparah dengan kondisi Jalan Yos Sudarso Solo yang dilewati itu cenderung sempit. Lajur kiri banyak digunakan untuk kendaraan parkir membuat ambulans tidak dapat memiliki celah untuk mendahului mobil BYD.

“Ngerem-ngerem sengaja melambat. Saya ambil kiri sudah bisa jejer, ada gerobak, dia tidak mau ngalah ngerem,” terangnya.

Pihaknya menyesalkan tindakan pengemudi mobil yang menghalangi ambulans yang ia bawa. Wirawan kemudian meminta bantuan pemotor yang juga dibuat geram oleh aksi itu.

Mobil ambulans akhirnya sampai di RSUD Moewardi Solo sekitar pukul 09.36 WIB.

“Akhirnya bisa kita dahului di perempatan Nonongan kalau ke barat arah Matahari. Itu pun setelah saya teriak-teriak minta bantuan pemotor,” terangnya.

Pengemudi BYD di Solo minta maaf (kiri, duduk) minta maaf tak bermaksud menghalangi ambulans. Foto: Dok. Istimewa

Pengemudi Mobil Tak Mendengar Sirene

Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani mengatakan sopir mobil yang menghalangi mobil ambulans telah meminta maaf di kantor Satlantas Polresta Solo.

“Ya betul sopir mobil yang menghalangi ambulans telah meminta maaf,” ujar Lingga.

Sopir mobil BYD berinisial S mengaku minta maaf atas kejadian tersebut. Dia mengaku lansia yang tidak mendengar suara sirene ambulans.

"Sakderenge kulo nyuwun pangapunten (Sebelumnya, saya minta maaf). Kulo sakestu mboten gawe-gaweke (saya sungguh tidak ada maksud melakukan itu). Kulo mboten mireng saestu (saya sungguh tidak dengar), demi Allah. Kulo pangampunten (saya minta maaf). Kulo sampun sepuh (saya sudah tua), mboten sengojo (saya tidak sengaja), kulo (saya) jalan kulo pikir sampun aman (saya pikir sudah aman)," katanya dalam bahasa Jawa halus.