Buah Tomat : Antioksidan Alami Penangkal Radikal Bebas

Mahasiswi Farmasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Salsabila Kirana Santoso tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era modern saat ini, kehidupan cenderung mengutamakan kemudahan dan kepraktisan tanpa mempertimbangkan efek bagi kesehatan. Makanan menjadi salah satu sumber utama dalam pengaplikasian kemudahan dan kepraktisan di era ini. Asupan gizi dari makanan sehari-hari sangat mempengaruhi kinerja tubuh dalam melaksanakan fungsinya dengan optimal. Pola makan yang tidak dijaga dengan baik akan memicu pembentukan radikal bebas di dalam tubuh. Salah satu cara tindakan preventif untuk melindungi kinerja tubuh dari radikal bebas yakni dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan alami.
Atom atau molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif karena memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital terluarnya disebut sebagai radikal bebas. Kondisi inilah yang menyebabkan adanya pencarian pasangan elektron dari sel sehat di sekitarnya untuk mencapai kestabilan. Aktivitas ini memicu kerusakan sel yang dapat menjadi awal berkembangnya berbagai penyakit degeneratif dan kronis seperti kanker, diabetes, serta penyakit jantung. Antioksidan sangat diperlukan oleh tubuh untuk menangkal radikal bebas sebelum menimbulkan kerusakan sel dalam tubuh. Antioksidan bekerja dengan cara menghambat radikal bebas yakni menerima atau memberikan elektron untuk menetralkan atom atau molekul yang tidak berpasangan. Dengan konsentrasi yang relatif kecil, antioksidan dapat memperlambat proses oksidasi di dalam tubuh.
Buah-buahan dikenal sebagai sumber alami antioksidan, terutama yang mengandung senyawa fenolik diantaranya senyawa fenol sederhana, asam fenolat, flavon, isoflavone, flavonoid, antosianin, kumarin, tanin, lignan, katekin, dan isokatekin. Salah satu buah yang mudah ditemukan dan kaya manfaat adalah tomat (Solanum lycopersicum). Tomat bukan hanya sekadar pelengkap masakan atau penghias makanan, tetapi memiliki nilai kesehatan yang tinggi berkat kandungan antioksidan alaminya, yaitu likopen, β-karoten, dan vitamin C. Kandungan-kandungan ini mendukung potensi tomat sebagai sumber antioksidan alami untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal.
Karotenoid adalah zat warna atau pigmen alami pemberi warna oranye hingga merah pada tomat. Di antara berbagai jenis karotenoid, likopen merupakan senyawa yang paling dominan dalam tomat. Likopen merupakan salah satu hidrokarbon polien rantai asiklik terbuka tak jenuh dan isomer asiklik dari β-karoten dan larut dalam kloroform, benzene, heksen serta pelarut organik lainnya yang bersifat hidrofobik kuat. Berbeda dengan β-karoten yang dapat diubah menjadi vitamin A, likopen tidak bisa dikonversi menjadi retinol, sehingga tidak memiliki aktivitas vitamin A. Namun demikian, likopen memiliki kekuatan sebagai antioksidan yang sangat tinggi. Fungsinya mampu melawan radikal bebas yang dapat mendegenerasi sel sehingga mencegah perkembangan berbagai penyakit.
Likopen disalurkan ke jaringan tubuh dengan bantuan LDL (Low Density Lipoprotein). Senyawa ini tergolong mudah rusak karena rentan mengalami isomerisasi dan oksidasi, terutama bila terpapar cahaya, oksigen, suhu tinggi, metode pengeringan tertentu, pengupasan, penyimpanan yang kurang tepat, serta kondisi asam. Oleh sebab itu, cara pengolahan dan penyimpanan tomat sangat menentukan efektivitas kandungan likopennya.
Mekanisme yang dilakukan oleh likopen terbagi menjadi dua jalur utama. Pertama, dengan mekanisme oksidatif yakni saat likopen berperan sebagai antioksidan untuk menetralkan Spesies Oksigen Reaktif (ROS). Hal ini dapat meningkatkan kuantitas dari antioksidan sehingga kerusakan jaringan pada lipid, protein maupun DNA dapat berkurang. Meningkatnya kuantitas antioksidan menyebabkan sel terlindungi dari kerusakan yang diakibatkan oleh ROS dan menjadi stabil kembali. Jalur kedua dengan mekanisme non-oksidatif yakni aktivitas yang dapat mempengaruhi penerjemahan ekspresi gen, pengoptimalan komunikasi antar sel, pendukung metabolisme tubuh , dan penyeimbang kerja hormon serta sistem imun. Hal ini akan sangat mempengaruhi kerja tubuh dalam mempertahankan kondisi stabil yang tidak mudah terserang oleh penyakit kronis maupun degeneratif.
Penelitian menunjukkan bahwa likopen sangat efektif dalam pencegahan kanker prostat. Hal ini dikarenakan likopen mudah diserap dan disimpan pada prostat, kelenjar adrenalin, serta testis. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa perempuan dengan kadar likopen dan vitamin A yang rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker serviks dan ovarium. Likopen berperan sebagai pelindung yang dapat membantu mencegah perkembangan kanker serviks.
Tak hanya itu, antioksidan yang terkandung dalam likopen mampu menangkal penyakit degeneratif seperti rematik, diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Selain itu, antioksidan juga berkontribusi dalam melindungi fungsi indera terhadap radikal bebas. Dalam sistem Indera penglihatan faktor utama penyebab terjadinya katarak dan augmentasi lensa mata yakni stress oksidasi. Stress oksidasi dapat dicegah dengan likopen mengingat fungsinya sebagai antioksidan. Pada Indera perasa kerap terjadi radang oralfaringeal yang merupakan kanker menyerang pada bagian tengah tenggorokan menjalar hingga ke mulut akibat kebiasaan hidup tidak sehat. Sel kanker yang terus menerus membelah dapat dicegah oleh likopen dengan mekanisme kematian sel yang terkontrol. Sedangkan pada Indera peraba radiasi sinar uv menjadi salah satu penyebab utama kanker kulit. Fungsi likopen pada permasalahan ini yakni sebagai pelindung kulit dari kerusakan jaringan akibat paparan radiasi sinar uv.
Oleh karena itu, buah tomat (Solanum lycopersicum) dapat dinyatakan sebagai buah sejuta manfaat berdasarkan kandungan antioksidan alami di dalamnya. Kandungan antioksidan yang didominasi oleh likopen, β-karoten, dan vitamin C menjadi sumber utama dalam menjaga kestabilan fungsi tubuh agar tidak medah terserang oleh radikal bebas penyebab penyakit kronis maupun degeneratif. Keefektifan kerja dari likopen terjadi melalui dua mekanisme yakni mekanisme okdidatif dan non-oksidatif. Kedua mekanisme hanya berbeda secara jalur dan cara kerja, namun fungsinya tetap sama dalam perlindungan tubuh. Pengonsumsian buah tomat sangat disarankan sebagai agen antioksidan alami, tetapi harus tetap memperhatikan pengaruh proses pengolahan sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan yang dimulai dari diri sendiri.
