3 Tradisi Orang Melayu yang Menarik untuk Dipelajari

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang melayu memiliki berbagai tradisi yang menarik dan unik untuk dipelajari. Tradisi orang melayu tidak hanya mencerminkan keberagaman budaya, tetapi juga memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari.
Mayoritas orang melayu di Indonesia berada di Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau. Oleh sebab itu, sebagai warga negara Indonesia sudah sepantasnya untuk mengetahui dan menghargai tradisi orang melayu.
Tradisi Orang Melayu
Banyak sekali tradisi yang dimiliki orang melayu. Berikut adalah penjelasan lengkap beberapa tradisi orang melayu yang masih ada hingga saat ini.
Tradisi Nikah-Kawin
Mengutip dari Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, Cici Sylvia, dkk. (2022:3647), terdapat serangkaian acara dalam tradisi pernikahan orang melayu seperti merisik, meminang, malam berinai, menikah, bersanding, tepuk tepung tawar, makan nasi hadap-hadapan, dan berdimbar.
Merisik adalah kegiatan awal dalam tradisi nikah-kawin. Kegiatan ini dilakukan untuk mempertemukan kedua keluarga calon mempelai pria dan Wanita. Keluarga pria akan datang ke keluarga wanita.
Meminang atau melamar dilaksanakan di hari yang sudah disepakati kedua keluarga. Keluarga pria akan melamar wanita secara resmi.
Malam berinai adalah prosesi pemberian inai kepada calon mempelai wanita.
Menikah, mempelai pria bersama keluarganya akan datang rumah mempelai wanita untuk melaksanakan akad nikah.
Bersanding yaitu ketika mempelai pria dan wanita duduk bersanding di atas pelaminan.
Tepuk tepung tawar sebagai perwujudan rasa syukur dan pemberian doa kepada kedua mempelai. Tepuk tepung tawar dilakukan dengan menepukkan dedaunan yang sudah dicelupkan ke air ke kedua pengantin.
Ketika kedua pengantin berada di pelaminan, akan dilakukan prosesi makan hadap-hadapan. Prosesi ini dilakukan dengan kedua pengantin makan secara berhadap-hadapan.
Di hari selanjutnya setelah akad nikah, dilakukan prosesi berdimbar. Prosesi ini dilakukan dengan cara memandikan kedua mempelai dilanjutkan dengan tamu undangan yang saling menyemburkan air.
Tradisi Kelahiran
Mengutip dari Jurnal Studi Islam, haljuliza Fasari P, (2019:254), Tradisi kelahiran adalah bagian dari tradisi untuk memperingati fase penting kehidupan. Bagi masyarakat melayu, tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur dan meminta perlindungan kepada Tuhan.
Tradisi ini terdiri dari jimat tangkal di awal kehamilan, nuju bulanan di usia kehamilan 7 bulan, dan ngubur tembuni setelah kelahiran.
Tradisi jimat tangkal dilakukan dengan pemberian jimat yang telah dimantrai kepada perempuan yang sedang hamil. Jimat ini dipercaya mampu menangkal gangguan dari makhluk halus. Selain itu, wanita yang sedang hamil juga dianjurkan untuk sering berdoa, mengaji, dan melakukan ibadah lainnya.
Nuju bulanan adalah kegiatan memandikan perempuan yang hamil dengan air yang sudah dibacakan doa. Tujuan prosesi ini adalah untuk mendoakan keselamatan perempuan hamil dan anaknya yang ada di kandungan.
Tradisi selanjutnya yang dilakukan adalah ngubur tembuni. Ngubur tembuni adalah kegiatan mengubur plasenta yang diyakini sebagai kembaran dari bayi. Oleh sebab itu, tradisi ini dilakukan dengan prosesi yang cukup sakral.
Tradisi Kematian
Mengutip dari Journal of Islamic Education, Siti Mery Sukarniawati, dkk (2019:24), Jika terdapat orang meninggal, keluarga akan menghubungi pihak masjid untuk menyiarkan berita kematian. Kemudian keluarga atau tetangga akan berdatangan untuk membantu mengurus prosesi pemakaman.
Setelahnya mayat akan dimandikan, dikafani, disholatkan, dan dimasukkan dalam keranda. Apabila mayat sudah dimakamkan, akan dilakukan acara kirim doa di hari ketujuh dan keempat puluh.
Dengan memahami tradisi orang melayu dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang berbagai budaya suku lain. Hal ini juga mengajarkan untuk saling menghargai berbagai warisan budaya yang ada di dunia.
Baca Juga : 6 Tradisi Dayak, Salah Satunya Kuping Panjang
