Konten dari Pengguna

5 Bentuk Perbedaan Pada Kebudayaan Kapak Lonjong dan Kapak Persegi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan Pada Kebudayaan Kapak Lonjong dan Kapak Persegi, Foto: Unsplash/Clem Onojeghuo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Pada Kebudayaan Kapak Lonjong dan Kapak Persegi, Foto: Unsplash/Clem Onojeghuo

Mengapa terdapat perbedaan pada kebudayaan kapak lonjong dan kapak persegi menjadi pertanyaan yang menarik untuk dijawab dalam kajian sejarah prasejarah.

Kedua jenis kapak ini muncul dalam periode yang hampir bersamaan namun memiliki bentuk, fungsi, dan persebaran yang berbeda. Hal ini mencerminkan variasi kebutuhan, teknologi, serta adaptasi masyarakat pada lingkungan dan zamannya.

Mengutip situs berkalaarkeologi.kemdikbud.go.id, di antara alat-alat batu yang paling menonjol dari masa bercocok tanam di Indonesia adalah kapak lonjong dan beliung persegi.

Perbedaan Pada Kebudayaan Kapak Lonjong dan Kapak Persegi

Ilustrasi Perbedaan Pada Kebudayaan Kapak Lonjong dan Kapak Persegi, Foto: Unsplash/Andrus Lukas

Perbedaan pada kebudayaan kapak lonjong dan kapak persegi merupakan salah satu topik menarik dalam kajian arkeologi dan sejarah kebudayaan prasejarah. Keduanya memiliki perbedaan dalam bentuk, fungsi, daerah persebaran, dan karakteristik sebagai berikut:

1. Bentuk

Kapak lonjong berbentuk lonjong dengan ujung yang runcing di satu sisi dan melebar di sisi lainnya. Sisi yang runcing digunakan untuk pegangan, sedangkan sisi yang melebar untuk memotong.

Kapak persegi berbentuk persegi panjang atau trapesium dengan sudut-sudut yang tegas. Salah satu ujungnya diasah hingga tajam, sedangkan ujung lainnya digunakan untuk pegangan.

2. Fungsi

Kapak lonjong digunakan untuk kegiatan bercocok tanam, seperti menebang pohon atau menggemburkan tanah. Juga digunakan dalam aktivitas sehari-hari dan ritual tertentu.

Kapak persegi digunakan sebagai alat untuk bercocok tanam, berburu, atau memotong kayu. Selain itu, sering berfungsi sebagai simbol status sosial.

3. Bahan Pembuatan

Kapak lonjong terbuat dari batu kali atau batu keras yang dipilih secara alami. Proses pembuatannya lebih sederhana dibandingkan kapak persegi.

Kapak persegi terbuat dari batu andesit atau batuan lainnya yang dipahat dan diasah dengan lebih halus. Proses pembuatannya membutuhkan teknik yang lebih canggih.

4. Persebaran

Kapak lonjong ditemukan di daerah Indonesia bagian timur, seperti Papua, Maluku, dan Sulawesi. Merupakan bagian dari kebudayaan Austronesia.

Kapak persegi ditemukan di Indonesia bagian barat, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Berkaitan dengan persebaran manusia dari daratan Asia.

5. Karakteristik Kebudayaan

Kapak lonjong berkaitan dengan masyarakat prasejarah yang masih berpindah-pindah atau semi-nomaden. Lebih sering digunakan untuk kegiatan subsisten seperti berkebun.

Kapak persegi berkaitan dengan masyarakat yang mulai hidup menetap di permukiman. Lebih maju dalam sistem agraris dan pengelolaan lahan.

Perbedaan pada kebudayaan kapak lonjong dan kapak persegi adalah bukti nyata bahwa keberagaman alat tidak hanya berfungsi praktis tetapi juga menjadi cerminan identitas budaya suatu masyarakat. (Fikah)

Baca juga: Cara Kebudayaan Kapak Lonjong Masuk ke Indonesia