5 Peraturan Korea Utara yang Aneh dan Membingungkan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Korea Utara dikenal sebagai salah satu negara paling tertutup di dunia, dan di balik tirai besi tersebut terdapat berbagai peraturan yang terdengar sangat tidak biasa. Peraturan Korea Utara yang aneh sering kali membuat publik merasa heran.
Mengutip situs msn.com, Korea Utara kerap dikenal sebagai salah satu negara dengan rezim otoriter paling ekstrem di dunia, berbeda dari kebanyakan negara lain yang mengedepankan kebebasan dan hak individu.
Peraturan Korea Utara yang Aneh
Rezim yang dipimpin oleh Kim Jong Un menerapkan aturan-aturan ketat yang mengatur hampir seluruh aspek kehidupan warganya. Berikut adalah beberapa peraturan Korea Utara yang aneh dan membingungkan.
1. Peraturan untuk Tanggal 8 Juni
Sejak wafatnya pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, pada tahun 1994, tanggal 8 Juni ditetapkan sebagai hari berkabung nasional. Pada hari ini, warga Korea Utara dilarang melakukan berbagai aktivitas yang bisa dianggap tidak sopan atau menunjukkan rasa bahagia.
Hal-hal seperti minum alkohol, tersenyum, berbicara terlalu keras, atau bahkan menari, dilarang keras karena dianggap menghina memori pemimpin yang telah tiada. Pelanggaran terhadap peraturan ini dapat berujung pada hukuman penjara.
2. Pemilihan Umum
Meski secara teknis Korea Utara mengadakan pemilihan umum, prosesnya sangat jauh dari prinsip demokrasi. Dalam pemilu yang digelar, biasanya hanya ada satu kandidat yang diajukan, seperti Kim Jong-un.
Pemilih tidak memiliki opsi untuk menolak atau memilih alternatif lain. Mereka hanya diminta untuk mengambil surat suara bertuliskan nama kandidat dan memasukkannya ke kotak suara, menjadikan proses ini sekadar formalitas belaka.
3. Memanggil Pemimpin
Di Korea Utara, menyebut nama pemimpin negara tidak bisa dilakukan sembarangan. Warga diwajibkan menggunakan kata-kata penghormatan yang tinggi setiap kali menyebut nama pemimpin, seperti “Kim yang Agung” atau “Kim yang Terkasih”.
4. Melakukan Panggilan Internasional
Kebebasan berkomunikasi lintas negara hampir tidak ada di Korea Utara. Warga dilarang keras melakukan panggilan internasional karena dianggap sebagai upaya mengakses pengaruh asing yang dapat merusak ideologi negara.
Bahkan, pelanggaran terhadap aturan ini dapat dihukum sangat berat. Salah satu kasus ekstrem terjadi pada tahun 2007, ketika seorang pemilik pabrik dieksekusi di hadapan puluhan ribu orang setelah diketahui melakukan panggilan internasional.
5. Pakaian
Pemerintah Korea Utara juga mengatur gaya berpakaian warganya dengan sangat ketat. Pakaian yang dianggap mencerminkan budaya Barat, seperti celana jeans ketat, dilarang keras karena dianggap simbol kapitalisme.
Pemerintah berupaya menjaga penampilan masyarakat agar selaras dengan nilai-nilai sosialisme dan nasionalisme yang mereka anut, sehingga gaya berpakaian pun harus mengikuti standar resmi negara.
Demikianlah beberapa peraturan Korea Utara yang aneh dan membingungkan. Meski bagi sebagian orang peraturan ini terdengar ekstrem, bagi masyarakat Korea Utara, ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang tak bisa dipertanyakan.
Baca Juga: Mata Uang Korea Utara: Nama, Nilai, dan Fakta Uniknya
