Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.1
Konten dari Pengguna
Alasan Konflik Sosial Dapat Menjadi Ancaman Integrasi Sosial
20 Januari 2025 19:22 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Ketika konflik terus berlanjut, hubungan antarkelompok menjadi renggang. Oleh karena itu, memahami alasan konflik sosial dapat menjadi ancaman integrasi sosial sangat penting untuk menemukan solusi yang tepat.
ADVERTISEMENT
Mengutip Jurnal JISPO, Irwandi & Endah R., (2027: 26), Konflik sosial adalah suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.
Alasan Konflik Sosial Dapat Menjadi Ancaman Integrasi Sosial
Konflik sosial dapat meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar, sehingga menimbulkan perpecahan. Berikut adalah alasan mengapa konflik sosial dapat tumbuh di dalam masyarakat.
1. Menimbulkan Perpecahan
Ketika konflik muncul, masyarakat cenderung terpolarisasi, sehingga memperkuat batas-batas sosial. Perpecahan ini menyebabkan hilangnya rasa saling percaya, solidaritas, dan kerja sama yang menjadi landasan integrasi sosial.
2. Menurunkan Kepercayaan Terhadap Kelompok atau Institusi
Kelompok yang terlibat konflik sering memandang pihak lain sebagai ancaman, sehingga tidak ada rasa percaya. Di sisi lain, jika institusi tidak mampu menyelesaikan konflik secara adil, kepercayaan masyarakat terhadap institusi juga menurun.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini terjadi karena masyarakat kehilangan figur otoritas yang dapat dijadikan mediator atau penengah. Akibatnya, integrasi sosial sulit tercapai karena ketiadaan rasa aman, kerja sama, dan solidaritas.
3. Meningkatkan Kasus Kekerasan dan Kriminal
Ketika konflik berlangsung, tindakan kekerasan cenderung meningkat akibat emosi yang tidak terkendali. Meningkatnya kekerasan dan kriminalitas ini merusak tatanan sosial, sehingga mengancam upaya untuk membangun kesatuan.
4. Menimbulkan Diskriminasi dan Intoleransi
Konflik sosial akibat perbedaan ras, suku, dan budaya sering menimbulkan diskriminasi. Hal ini dapat menghalangi terwujudnya persatuan dan kesatuan dalam diri masyarakat tersebut.
5. Memperkuat Stereotip Negatif
Ketika konflik berlangsung, prasangka dan stereotip yang sudah ada antara kelompok yang berselisih akan semakin buruk. Hal ini menyebabkan menurunnya rasa saling pengertian, persahabatan, dan menghalangi terciptanya dialog konstruktif.
ADVERTISEMENT
6. Menghambat Proses Akulturasi
Ketika konflik terjadi, kelompok yang terlibat cenderung menarik dan menutup diri dari pengaruh budaya lain. Hal ini mengurangi peluang terjadinya pertukaran nilai dan tradisi yang dapat memperkaya dan mempererat hubungan antar kelompok.
Demikianlah alasan konflik sosial dapat menjadi ancaman integrasi sosial. Menyelesaikan konflik sosial diperlukan kerja sama antara berbagai pihak agar mendapatkan solusi yang menguntungkan. (Nabila)