Apa Faktor Penyebab Gerakan 3A disambut Dingin oleh Bangsa Indonesia?

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Faktor penyebab Gerakan 3A disambut dingin oleh bangsa Indonesia menjadi pembahasan dalam sejarah yang penting diketahui.
Dikutip dari buku Sejarah oleh Ignaz Kingkin Teja Angkasa, dkk., Jepang melakukan propaganda Gerakan 3A yang dilakukan untuk merebut simpati serta dukungan dari rakyat Indonesia dalam menghadapi sekutu.
Pelaksanaan Gerakan 3A pada kenyataannya tidak berhasil menarik simpati rakyat, namun justru mendapat sambutan dingin. Bagaimana penjelasannya?
Apa Faktor Penyebab Gerakan 3A disambut Dingin oleh Bangsa Indonesia?
Gerakan 3A adala propaganda Jepang yang dilakukan demi menarik simpati serta dukungan rakyat Indonesia dalam mengadapi sekutu. Gerakan 3A mempunyai semboyan:
1. Jepang Cahaya Asia
2. Jepang Pelindung Asia
3. Jepang Pemimpin Asia
Gerakan 3A bermula saat Belanda menyerah kepada Jepang pada 1941. Jepang menduduki Indonesia untuk mendapatkan sumber daya alam maupun manusia untuk kepentingan memenangkan Perang Pasifik.
Namun, Jepang memakai cara baru agar mendapatkan hati rakyat Indonesia. Mulai dari memutar lagu kebangsaaan "Indonesia Raya", sampai mengklaim akan menciptakan kemakmuran bersama di Asia Timur Raya.
Tak hanya itu, pihak Jepang juga mengklaim diri sebagai saudara tua Indonesia yang datang demi melepaskan masyarakat dari penjajahan Belanda. Jepang bahkan membebaskan berbagai tokoh Indonesia yang diasingkan Belanda.
Meskipun sudah dipersiapkan dengan matang, namun Gerakan 3A tidak dapat bertahan lama. Pada September 1942, Gerakan 3A dibubarkan secara resmi oleh Pemerintah Jepang. Salah satu penyebabnya adalah karena rakyat Indonesia mengetahui maksud Jepang.
Mulanya, memang Gerakan 3A berjalan dengan baik. Namun, seiring berjalannya waktu masyarkat semakin tidak bersimpati pada Jepang. Tak hanya itu, Gerakan 3A juga bubar akibat perpecahan internal antara penguasa Jepang.
Hal tersebut terjadi ketika staf Gunseikan menuduh gerakan tersebut berubah menjadi organisasi massa, dimana seharusnya menjadi gerakan propaganda. Gerakan 3A juga dirasa kurang populer karena dipimpin Mr. Syamsudin.
Pasalnya, Mr. Syamsudin merupakan tokoh nasionalis yang kurang dikenal masyarakat Indonesia secara luas.
Nah, itu dia sekilas pembahasan mengenai faktor penyebab Gerakan 3A disambut dingin oleh bangsa Indonesia. (LAU)
