Konten dari Pengguna

Asal-usul Semar yang Masih Jarang Diketahui Masyarakat Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi asal-usul Semar, Pexels/Windo Nugroho
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi asal-usul Semar, Pexels/Windo Nugroho

Ada beragam versi cerita mengenai asal-usul Semar yang beredar di masyarakat. Meskipun begitu, hampir semuanya mengatakan jika tokoh tersebut merupakan tokoh yang humoris dan memiliki berbagai sifat positif.

Dikutip dari buku Arjuna dalam Perang Batarayudha, Suhardi, (2023:26), Semar sering disebut sebagai sosok yang selalu memperjuangkan keadilan.

Bahkan ia tidak segan-segan membela kebenaran dan melawan ketidakadilan meski harus melawan raja atau orang-orang kuat. Semar sering dijadikan sebagai orang kecil yang di dalam dirinya terdapat kehadiran Ilahi yang akhirnya membentuk simbolisme unik.

Asal-usul Semar

Ilustrasi asal-usul Semar, Pexels/Andoll

Disebut-sebut asal-usul Semar ditemukan dalam karya sastra zaman Kerajaan Majapahit bertajuk Sudamala. Semar dikatakan merupakan abdi Sadewa yang juga dianggap sebagai sosok pedebar humor untuk memecahkan ketegangan.

Nama Semar sendiri konon berasal dari bahasa Arab, Ismar yang dalam pengucapan dialek Jawa berubah menjadi Semar. Ismar berarti paku yang fungsinya sebagai penguat.

Selain itu, Semar juga dijuluki Badranaya. Badra di sini diartikan rembulan, naya artinya wajah atau nayantaka, dan taka berarti pucat. Hal ini menunjukkan Semar memiliki watak seperti rembulan dengan wajah pucat, mengibaratkan wataknya yang tidak suka mengumbar hawa nafsu.

Dalam pewayangan, asal-usul Semar juga berkaitan dengan lambang visualnya yang memiliki makna mendalam. Berikut penjelasannya:

  • Bentuknya dibuat bulat melambangkan tekad bulat untuk mengabdi kepada kebaikan dan kebenaran.

  • Jari kirinya selalu menunjuk, artinya Semar memberikan petunjuk yang benar.

  • Tangan kanannya menggenggam, hal ini menunjukkan bahwa baik itu bersifat subjektif.

  • Matanya setengah tertutup dan melihat ke atas yang artinya ia merupakan sosok idealis.

  • Mata sipit Semar menggambarkan orang yang senantiasa berzikir kepada Allah.

  • Dagu dan mulut yang diikat dengan rantai sampai kaki memiliki makna segala ucapan manusia harus selaras dengan perilaku sehari-hari.

  • Kuncung kencana sari yang berasal dari kata kun dan muncung atau muncul dan timbul, melambangkan kalimat kunfayakun.

Meski secara pasti asal-usul Semar belum diketahui, tetapi dengan gambaran tersebut, Semar merupakan simbol kesempurnaan hidup. (Nay)

Baca juga: Tokoh pada Masa Islam yang Menciptakan Penanggalan Tahun Hijriyah