Bentuk Propaganda Jepang di Indonesia dan Tujuannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Propaganda adalah suatu cara untuk memengaruhi opini publik dengan menyebarkan informasi yang sesuai dengan kepentingan tertentu. Pada masa penjajahan, ada beberapa bentuk propaganda Jepang di Indonesia.
Propaganda tersebut digaungkan oleh Jepang melalui berbagai media seperti media cetak, siaran radio, film, poster, pamflet, dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya simak dalam pembahasan berikut.
Bentuk Propaganda Jepang di Indonesia
Propaganda dapat digunakan untuk tujuan baik maupun buruk, bergantung pada siapa yang menggunakannya dan bagaimana cara menyampaikannya.
Salah satu contoh propaganda yang terkenal dalam sejarah Indonesia adalah propaganda Jepang yang dilakukan selama masa pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1942-1945.
Dikutip dari buku Konflik Bersejarah karya Nino Oktorino, (2013) propaganda Jepang bertujuan untuk membangun citra positif Jepang sebagai pembebas Asia dari penjajahan Barat, serta untuk mendukung perang Asia Timur Raya yang dipimpin oleh Jepang melawan Sekutu.
Salah satu bentuk propaganda Jepang yang paling terkenal adalah semboyan 3A. 3A merupakan singkatan dari Cahaya Asia (Asia's Light), Pelindung Asia (Asia's Protector) dan Pemimpin Asia (Asia's Leader).
Propaganda ini bertujuan untuk menarik simpati dan dukungan dari bangsa-bangsa Asia yang dijajah oleh negara-negara Barat, serta untuk menutupi kekejaman dan eksploitasi yang dilakukan oleh Jepang.
Dalam propaganda tersebut Jepang memiliki misi untuk membebaskan Asia dari cengkeraman Barat dan membawa kemakmuran dan perdamaian bagi seluruh benua. Jepang juga mengklaim bahwa Jepang adalah satu-satunya negara Asia yang mampu melawan Barat dan menjadi pemimpin bagi bangsa-bangsa Asia lainnya.
Di Indonesia propaganda tersebut memiliki beberapa tujuan, yang pertama adalah menarik simpati rakyat Indonesia. Dengan propaganda tersebut harapannya rakyat Indonesia mau menjadi pendukung bangsa Jepang.
Selain itu melalui propagandanya Jepang memberikan jaminan keamanan bagi rakyat Indonesia. Karena mereka dianggap sebagai bangsa Asia yang bisa melawan penjajahan bangsa Barat.
Propaganda 3A juga bentuk atau cara meyakinkan bangsa Indonesia bahwa Jepang akan memberikan kesempatan kepada para putra terbaik bangsa Indonesia untuk menjadi bagian dari pemerintahan.
Terakhir propaganda tersebut bertujuan untuk menarik simpati para pemimpin pergerakan nasional Indonesia.
Baca juga: Isi Perjanjian Renville dan Dampaknya bagi Indonesia
Demikian pembahasan mengenai bentuk propaganda Jepang di Indonesia yang wajib diketahui terutama saat belajar sejarah. (WWN)
