Konten dari Pengguna

Faktor Utama yang Mendorong Lahirnya Ilmu Sosiologi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk faktor utama yang mendorong lahirnya ilmu sosiologi. Foto: Unsplash/Humble Lamb
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk faktor utama yang mendorong lahirnya ilmu sosiologi. Foto: Unsplash/Humble Lamb

Faktor utama yang mendorong lahirnya ilmu sosiologi adalah bagian penting dalam memahami sejarah kelahiran ilmu ini. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran Sosiologi, khususnya bagi siswa IPS di tingkat SMA.

Tidak sedikit yang mengira sosiologi hanya soal perilaku masyarakat masa kini. Padahal, untuk benar-benar memahaminya, diperlukan penelusuran terhadap peristiwa-peristiwa yang memengaruhi tatanan sosial di masa lampau.

Faktor Utama yang Mendorong Lahirnya Ilmu Sosiologi

Ilustrasi untuk faktor utama yang mendorong lahirnya ilmu sosiologi. Foto: Unsplash/Birmingham Museums Trust

Berdasarkan buku Memahami Pariwisata karya Dr. I Ketut Surya Diarta, M.A. (2019: 12–16), faktor utama yang mendorong lahirnya ilmu sosiologi adalah perubahan sosial besar yang mengguncang struktur masyarakat Eropa modern.

Perubahan tersebut dipicu oleh setidaknya tiga revolusi utama, yakni Revolusi Amerika, Revolusi Industri, dan Revolusi Prancis. Ketiganya terjadi di abad ke-18 M, dengan peran masing-masing terhadap masyarakat Eropa dan ilmu sosiologi.

Revolusi Amerika (1775–1783 M)

Revolusi Amerika ditandai dengan berdirinya negara republik di Amerika Utara yang berpemerintahan demokratis. Model ini tergolong baru karena saat itu kebanyakan negara, termasuk di Eropa, masih menganut sistem monarki.

Gagasan kedaulatan rakyat dan hak asasi manusia lantas mendorong bangkitnya kesadaran tentang kemungkinan pengubahan struktur sosial. Hal ini menggugah para pemikir Eropa untuk mengkaji masyarakat secara ilmiah demi memahami prinsip keadilan dan kesetaraan.

Revolusi Industri (Akhir Abad ke-18 M)

Revolusi Industri mengubah cara bekerja di masyarakat, di mana tenaga manusia mulai berganti menjadi mesin. Perubahan ini melahirkan kelas pemilik pabrik dan buruh, serta menggoyang kekuasaan lama milik bangsawan dan rohaniawan.

Akibatnya, berbagai masalah sosial mulai bermunculan. Dari urbanisasi, ketimpangan kelas, hingga gejolak di kawasan industri, semua terjadi dan mendorong para pemikir untuk mempelajari masyarakat melalui pendekatan sosiologi.

Revolusi Prancis (1789–1799 M)

Akibat banyaknya ketimpangan publik, lahirlah Revolusi Prancis. Revolusi ini menyebarkan semangat liberalisme di berbagai bidang, termasuk hak asasi manusia dalam kehidupan sosial dan persamaan hukum dalam bidang politik.

Pada saat itu, para bangsawan digulingkan oleh rakyat untuk menghapus kekuasaan yang sewenang-wenang. Sebagai gantinya, dibentuk pemerintahan yang lebih demokratis, dengan tatanan baru yang menjunjung asas kesetaraan.

Ketiga revolusi tersebut menjadi pemicu besar lahirnya perubahan sosial, politik, dan ekonomi di Eropa. Ketimpangan, gejolak masyarakat, dan runtuhnya tatanan lama menciptakan dunia baru yang sulit dipahami secara tradisional.

Dalam situasi itulah para pemikir merasa perlu membangun ilmu khusus yang dapat menjelaskan fenomena sosial secara rasional. Maka—pada abad ke-19—lahirlah sosiologi sebagai ilmu akademis untuk memahami masyarakat modern.

Itulah ulasan seputar faktor utama yang mendorong lahirnya ilmu sosiologi dalam peradaban manusia. Ilmu ini lahir dari kebutuhan memahami perubahan sosial secara rasional, sistematis, dan berbasis pengamatan ilmiah. (Nida)

Baca juga: Definisi Sosiologi Menurut William F Ogburn dan Ciri-Ciri Ilmu Sosiologi