Konten dari Pengguna

Keadaan Sosial Masyarakat Quraisy sebelum Islam

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Keadaan Sosial Masyarakat Quraisy sebelum Islam, Unsplash/Mohamed Nohassi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Keadaan Sosial Masyarakat Quraisy sebelum Islam, Unsplash/Mohamed Nohassi

Keadaan sosial masyarakat Quraisy sebelum Islam ditandai oleh struktur yang hierarkis dan budaya yang kaya.

Masyarakat Quraisy terdiri dari beberapa suku, dengan kekuasaan dan pengaruh terbesar berada di tangan suku Quraisy sendiri, yang dikenal sebagai penjaga Ka'bah di Mekah.

Keadaan Sosial Masyarakat Quraisy sebelum Islam

Ilustrasi Keadaan Sosial Masyarakat Quraisy sebelum Islam, Unsplash/Vaida Tamošauskaitė

Bagaimana keadaan sosial masyarakat quraisy sebelum islam?

Mengutip dari buku Quraisy: Dari Kabilah Makkah Ke Peradaban Dunia, Prof. Dr. Husain Mu'nis, (2022), Quraisy merupakan sebuah suku yang hidup dalam kota kecil bagaikan sebuah perkampungan.

Al-Quran menyebutnya sebagai Umm Al-Qura`, maksudnya, pusat perkampungan atau perkampungan terbesar.

Keadaan sosial masyarakat Quraisy pada masa jahiliyah (sebelum datangnya ajaran Nabi Muhammad) memiliki beberapa karakteristik yang mencerminkan budaya dan kehidupan sosial yang sangat berbeda dengan tatanan yang diperkenalkan Islam kemudian.

Berikut adalah keadaan sosial masyarakat Quraisy sebelum Islam.

1. Stratifikasi Sosial dan Status Keturunan

Masyarakat Quraisy sebelum Islam memiliki sistem kasta keturunan yang sangat kaku.

Kelas bangsawan memiliki hak istimewa, sedangkan rakyat biasa dan budak hampir tidak memiliki hak. Posisi seseorang dalam masyarakat sangat tergantung pada garis keturunan dan perlindungan sukunya.

2. Perbudakan dan Ketimpangan Sosial

Budak diperlakukan sebagai barang yang bisa diperjualbelikan, tanpa hak asasi. Sementara itu, kekayaan hanya dinikmati oleh golongan elite, menciptakan jurang kemiskinan yang dalam di antara lapisan masyarakat.

3. Moralitas dan Kebiasaan Sosial

Kehidupan masyarakat Quraisy dipenuhi dengan kebiasaan berjudi, meminum minuman keras, dan pesta sosial. Mereka menjalani kehidupan bebas dan hedonis, yang jauh dari batasan moral ketat.

4. Kedudukan Perempuan

Perempuan berada di posisi sosial yang lemah dan tidak memiliki hak-hak dasar. Praktik membunuh bayi perempuan cukup lazim karena perempuan dianggap sebagai aib dan beban bagi keluarga.

5. Kepercayaan dan Sistem Keagamaan

Kaum Quraisy menganut politeisme dengan menyembah banyak dewa dan berhala di sekitar Ka'bah. Ritual keagamaan politeistik ini juga menjadi sumber ekonomi bagi mereka dari pengunjung dan peziarah.

6. Perdagangan dan Ekonomi

Terletak di jalur dagang penting, Mekah berkembang sebagai pusat perdagangan yang kuat. Kafilah Quraisy yang kaya menjadi pilar ekonomi Mekah, menguatkan kekuasaan dan kekayaan kaum bangsawan Quraisy.

Itulah penjelasan mengenai keadaan sosial masyarakat Quraisy sebelum Islam. (Adi)

Baca Juga: 5 Kesenian dan Kebudayaan Peninggalan Masa Islam di Indonesia