Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.93.2
Konten dari Pengguna
Kepercayaan Masyarakat Praaksara, Benarkah Menyembah Pohon?
5 Desember 2024 22:52 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Pada zaman dahulu, masyarakat belum mengenal agama . Namun, pada saat itu sudah berkembang kepercayaan masyarakat praaksara yang diyakini secara turun-temurun mampu memberi keberkahan hidup, keberlimpahan rezeki, dan kemakmuran
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara, Masa Hindu Budha, dan Masa Islam, Tri Worosetyaningsih (2019:29), dijelaskan bahwa kepercayaan masyarakat pada masa praaksara merupakan perkembangan dari zaman sebelum-sebelumnya.
Misalnya saja, kepercayaan yang berkembang pada masa bercocok tanam merupakan perkembangan dari masa berburu dan mengumpulkan makanan.
Kepercayaan Masyarakat Praaksara
Membahas seputar kepercayaan di zaman praaksara, kepercayaan masyarakat praaksara berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang disebut dengan Animisme.
Di masa itu, masyarakat memang mengakui 3 bentuk kepercayaan, mulai dari animisme, dinamisme, dan totemisme. Ingin tahu penjelasan dari masing-masingnya? Cari tahu ulasannya di bawah ini:
ADVERTISEMENT
Berdasarkan penjelasan mengenai kepercayaan masyarakat praaksara di atas, bisa disimpulkan bahwa ketiganya mencerminkan hubungan erat antara manusia dengan alam dan lingkungannya.
Kepercayaan tersebut juga merupakan wujud kepercayaan masyarakat di zaman itu terhadap kekuatan gaib yang mengatur kehidupan.
Bukti Masyarakat Praaksara Mengenal Sistem Kepercayaan
Beberapa bukti yang menunjukkan bahwa masyarakat praaksara telah mengenal sistem kepercayaan, antara lain:
Demikianlah ulasan mengenai bagaimana kepercayaan masyarakat praaksara yang berkembang di masa itu. Mereka biasanya menjalankan ibadahnya dengan melakukan berbagai ritual khusus, seperti memberi sesembahan atau lainnya.
ADVERTISEMENT