Kepercayaan Masyarakat Praaksara, Benarkah Menyembah Pohon?

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada zaman dahulu, masyarakat belum mengenal agama. Namun, pada saat itu sudah berkembang kepercayaan masyarakat praaksara yang diyakini secara turun-temurun mampu memberi keberkahan hidup, keberlimpahan rezeki, dan kemakmuran
Mengutip buku Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara, Masa Hindu Budha, dan Masa Islam, Tri Worosetyaningsih (2019:29), dijelaskan bahwa kepercayaan masyarakat pada masa praaksara merupakan perkembangan dari zaman sebelum-sebelumnya.
Misalnya saja, kepercayaan yang berkembang pada masa bercocok tanam merupakan perkembangan dari masa berburu dan mengumpulkan makanan.
Kepercayaan Masyarakat Praaksara
Membahas seputar kepercayaan di zaman praaksara, kepercayaan masyarakat praaksara berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang disebut dengan Animisme.
Di masa itu, masyarakat memang mengakui 3 bentuk kepercayaan, mulai dari animisme, dinamisme, dan totemisme. Ingin tahu penjelasan dari masing-masingnya? Cari tahu ulasannya di bawah ini:
Animisme: Kepercayaan kepada roh nenek moyang. Kepercayaan ini diprediksi muncul ketika manusia praaksara hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan.
Dinamisme: Masyarakat penganut kepercayaan Dinamisme percaya bahwa benda-benda di sekitar manusia memiliki kekuatan gaib yang dapat memengaruhi hidup manusia. Istilah dinamisme sendiri berasal dari bahasa Yunani, dunamos, yang berarti kekuatan atau daya
Totemisme: Merupakan kepercayaan atau sistem agama yang menganggap bahwa ada hubungan mistis atau kekerabatan antara manusia dengan hewan, tumbuhan, atau benda tertentu
Berdasarkan penjelasan mengenai kepercayaan masyarakat praaksara di atas, bisa disimpulkan bahwa ketiganya mencerminkan hubungan erat antara manusia dengan alam dan lingkungannya.
Kepercayaan tersebut juga merupakan wujud kepercayaan masyarakat di zaman itu terhadap kekuatan gaib yang mengatur kehidupan.
Bukti Masyarakat Praaksara Mengenal Sistem Kepercayaan
Beberapa bukti yang menunjukkan bahwa masyarakat praaksara telah mengenal sistem kepercayaan, antara lain:
Sarkofagus: Kuburan batu yang dianggap sebagai perahu roh yang membawa para roh berlayar ke dunianya.
Dolmen: Meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang.
Demikianlah ulasan mengenai bagaimana kepercayaan masyarakat praaksara yang berkembang di masa itu. Mereka biasanya menjalankan ibadahnya dengan melakukan berbagai ritual khusus, seperti memberi sesembahan atau lainnya.
Baca juga: Asal-usul Agama Buddha dan Penyebarannya di Indonesia
