Konten dari Pengguna

Kepercayaan Masyarakat Praaksara, Benarkah Menyembah Pohon?

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kepercayaan masyarakat praaksara, Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kepercayaan masyarakat praaksara, Pexels/Pixabay

Pada zaman dahulu, masyarakat belum mengenal agama. Namun, pada saat itu sudah berkembang kepercayaan masyarakat praaksara yang diyakini secara turun-temurun mampu memberi keberkahan hidup, keberlimpahan rezeki, dan kemakmuran

Mengutip buku Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara, Masa Hindu Budha, dan Masa Islam, Tri Worosetyaningsih (2019:29), dijelaskan bahwa kepercayaan masyarakat pada masa praaksara merupakan perkembangan dari zaman sebelum-sebelumnya.

Misalnya saja, kepercayaan yang berkembang pada masa bercocok tanam merupakan perkembangan dari masa berburu dan mengumpulkan makanan.

Kepercayaan Masyarakat Praaksara

Ilustrasi kepercayaan masyarakat praaksara, Pexels/Rodolfo Clix

Membahas seputar kepercayaan di zaman praaksara, kepercayaan masyarakat praaksara berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang disebut dengan Animisme.

Di masa itu, masyarakat memang mengakui 3 bentuk kepercayaan, mulai dari animisme, dinamisme, dan totemisme. Ingin tahu penjelasan dari masing-masingnya? Cari tahu ulasannya di bawah ini:

  • Animisme: Kepercayaan kepada roh nenek moyang. Kepercayaan ini diprediksi muncul ketika manusia praaksara hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan.

  • Dinamisme: Masyarakat penganut kepercayaan Dinamisme percaya bahwa benda-benda di sekitar manusia memiliki kekuatan gaib yang dapat memengaruhi hidup manusia. Istilah dinamisme sendiri berasal dari bahasa Yunani, dunamos, yang berarti kekuatan atau daya

  • Totemisme: Merupakan kepercayaan atau sistem agama yang menganggap bahwa ada hubungan mistis atau kekerabatan antara manusia dengan hewan, tumbuhan, atau benda tertentu

Berdasarkan penjelasan mengenai kepercayaan masyarakat praaksara di atas, bisa disimpulkan bahwa ketiganya mencerminkan hubungan erat antara manusia dengan alam dan lingkungannya.

Kepercayaan tersebut juga merupakan wujud kepercayaan masyarakat di zaman itu terhadap kekuatan gaib yang mengatur kehidupan.

Bukti Masyarakat Praaksara Mengenal Sistem Kepercayaan

Ilustrasi kepercayaan masyarakat praaksara, Pexels/Rodolfo Clix

Beberapa bukti yang menunjukkan bahwa masyarakat praaksara telah mengenal sistem kepercayaan, antara lain:

  • Sarkofagus: Kuburan batu yang dianggap sebagai perahu roh yang membawa para roh berlayar ke dunianya.

  • Dolmen: Meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang.

Demikianlah ulasan mengenai bagaimana kepercayaan masyarakat praaksara yang berkembang di masa itu. Mereka biasanya menjalankan ibadahnya dengan melakukan berbagai ritual khusus, seperti memberi sesembahan atau lainnya.

Baca juga: Asal-usul Agama Buddha dan Penyebarannya di Indonesia