Konten dari Pengguna

Kondisi Masyarakat Kerajaan Majapahit pada Zaman Dulu

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Ilustrasi: Kondisi Masyarakat Kerajaan Majapahit pada Zaman Dulu. Sumber: Han Sen/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi: Kondisi Masyarakat Kerajaan Majapahit pada Zaman Dulu. Sumber: Han Sen/Pexels.com

Kerajaan Majapahit terkenal sebagai kerajaan dengan sistem maritim yang besar. Kerajaan ini berdiri selama dua abad dan mempunyai wilayah kekuasan atau jangkauan ekspedisi armada laut sangat luas. Lantas, bagaimana kondisi masyarakat Kerajaan Majapahit pada zaman dahulu?

Simak penjelasannya, dalam uraian berikut!

Bagaimana Kondisi Masyarakat Kerajaan Majapahit pada Zaman Dulu?

Foto Hanya Ilustrasi: Kondisi Masyarakat Kerajaan Majapahit pada Zaman Dulu. Sumber: Mikhail Nilov/Pexels.com

Ignaz Kingkin Teja Angkasa, dkk. dalam buku berjudul Sejarah SMA/MA Kelas XI-IPS menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat Majapahit diatur berdasarkan budaya Hindu. Masyarakat terbagi dalam catur wangsa, yaitu:

  1. Brahmana (pemuka agama).

  2. Ksatria (kalangan istana).

  3. Waisya (pedagang dan pengrajin).

  4. Sudra (petani dan rakyat jelata).

Masyarakat papan bawah masih dibagi lagi menjadi tiga golongan atau the outsider yang tidak termasuk dalam catur wangsa, yaitu:

  1. Candala atau orang-orang yang lahir dari perkawinan antarkasta berbeda.

  2. Mlecca, pedagang asing berasal dari India, Campa, Kamboja, Cina, dan Siam yang bermukim di pelabuhan dan bukan penganut Hindu.

  3. Tuccha, para penjahat dan sampah masyarakat.

Kehidupan masyarakat Majapahit diatur dengan undang-undang. Aturan ini diperuntukkan bagi siapa saja tanpa pandang kedudukan. Siapa pun yang bersalah dan melakukan tindakan kejahatan atau tatayi maka akan dijatuhi hukuman mati.

Tindakan kejahatan yang disebut tatayi, antara lain membakar rumah keluarga bangsawan, meracuni orang lain, meneluh orang, mengamuk, memfitnah raja, serta melakukan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap perempuan.

Dari sistem undang-undang yang diberlakukan oleh Majapahit inilah dapat diperoleh gambaran bahwa penegakan hukum dijalankan tanpa diskriminasi. Kerajaan Majapahit sangat melindungi martabat kaum wanita.

Masyarakat Majapahit juga telah mengenal dan menggunakan mata uang yang dibuat dari campuran timah hitam, perak, tembaga, dan timah putih. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, banyak muncul usaha-usaha yang bertujuan meningkatkan kemakmuran rakyat.

Berbagai kegiatan digalakkan, utamanya dalam bidang ekonomi (pertanian serta perdagangan) dan kebudayaan sangat diperhatikan. Hal ini membuat masyarakat semakin sejahtera.

Untuk membuat rakyat Majapahit lebih sejahtera, pemerintah Majapahit membuat bendungan, pembukaan tanah baru untuk ladang, dan berbagai saluran pengairan. Pada beberapa lokasi di sepanjang sungai, dibuatkan penyeberangan yang memudahkan lalu lintas masyarakat.

Itulah penjelasan tentang kondisi masyarakat Kerajaan Majapahit pada zaman dahulu. Semoga membantu. (eK)