Mengenal Kumulatif dalam Sosiologi yang Jarang Orang Tahu

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang kumulatif dalam sosiologi. Bahkan, arti dari sosiologi sendiri saja masih belum tahu.
Jika kamu termasuk salah satunya, maka jangan khawatir. Karena pada artikel ini, terdapat penjelasan tentang sosiologi secara lebih dalam.
Pada dasarnya, sosiologi merupakan studi sistematik terkait interaksi sosial antar individu. Sosiologi lebih terfokus pada hubungan-hubungan dan pola interaksi.
Untuk mengetahu lebih lanjut, kamu perlu menyimak lebih dalam tentang sosiologi dan kumulatif di dalamnya berikut ini.
Mengenal Kumulatif dalam Sosiologi
Dikutip dari buku Modul Ringkasan SBMPTN Sosiologi karya The King Eduka, ini dia kumulatif dalam sosiologi yang harus diketahui masyarakat Indonesia.
1. Pengertian Sosiologi Bersifat Kumulatif
Perlu kamu tahu, bahwa sosiologi sudah muncul sejak ratusan tahun bahkan ribuan tahun lalu. Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin "socius" yang berarti teman dan "logos" dari kata Yunani yang berarti cinta.
Sosiologi juga dapat diartikan sebagai ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini. Khususnya, tentang pola-pola hubungan dalam masyarakat.
Adapun sosiologi bersifat kumulatif, artinya sosiologi sebenarnya dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada. Hal ini dalam artian bahwa kumulatif dalam sosiologi adalah memperbaiki, memperluas, serta memperhalus teori-teori lama.
2. Ciri Sosiologi Bersifat Kumulatif
Dalam penjelasan kali ini, kamu bisa mengetahui kumulatif di dalam sosiologi. Pastinya dengan mengetahui ciri utama sosiologi berikut, antara lain:
Memiliki sifat empiris, artinya berdasar pada pengamatan terhadap kenyataan sosial dan hasilnya tidak spekulatif disebabkan empiris.
Memiliki sifat teoritis, artinya selalu berusaha menyusun kesimpulan dari hasil observasi untuk menghasilkan keilmuan.
Memiliki sifat kumulatif, artinya sebuah teori dalam sosiologi dibentuk atas dasar teori yang sudah ada, diperbaiki, diperluas, dan diperdalam.
Memiliki sifat non-etis, artinya tidak mempersoalkan baik buruknya fakta, namun yang terpenting menjelaskan fakta secara analisis dan apa adanya.
3. Hakikat Sosiologi
Adapun hakikat sosiologi, antara lain:
Sosiologi merupakan ilmu sosial dan ilmu pengetahuan murni.
Disiplin ilmu yang normatif bukan bagian dari sosiologi.
Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak dan bukan konkret.
Tujuan sosiologi adalah untuk menghasilkan pengertian dan pola umum.
Sosiologi bersifat sebagai ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional.
Ingat, sosiologi adalah ilmu pengetahuan umum, bukan sebuah ilmu pengetahuan khusus.
Sekarang, kamu jadi tahu lebih dalam tentang kumulatif dalam sosiologi di kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan, kamu juga bisa mengetahui pengertian hingga hakikat dari sosiologi itu sendiri. (DSI)
