Mengetahui Perbedaan Faktor Internal dan Eksternal Perubahan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan sosial merupakan bentuk peralihan tata kehidupan masyarakat yang berlangsung secara terus-menerus.
Terjadinya perubahan sosial dapat didorong oleh adanya faktor internal dan eksternal.
Berikut adalah pembahasan mengenai faktor internal dan eksternal perubahan sosial yang perlu diketahui.
Faktor Internal dan Eksternal Perubahan Sosial
Perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat dapat terjadi karena dua faktor, yakni faktor internal dan eksternal.
Faktor internal merupakan penyebab yang berasal dari manusia itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal adalah penyebab yang berasal dari luar diri masyarakat.
Mengutip buku Teori dan Strategi Perubahan Sosial oleh Agus Suryono, berikut penjelasan mengenai faktor internal dan eksternal perubahan sosial.
1. Faktor Internal
Berikut adalah faktor internal terjadinya perubahan sosial.
Inovasi dan invasi
Perubahan sosial dapat terjadi sebagai bentuk inovasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dasar. Kemudian diikuti dengan invasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah.
Perubahan struktur dan jumlah penduduk
Perubahan jumlah penduduk terjadi karena kelahiran, kematian, dan migrasi. Perubahan tersebut bisa memengaruhi proses pemenuhan kebutuhan pokok dan pekerjaan masyarakat.
Gerakan sosial baru
Gerakan sosial baru didorong oleh adanya kegagalan sosial, ketidakpuasan individu, keresahan dan kegelisahan sosial. Hal ini kemudian menjadi peluang untuk membentuk institusi atau tatanan baru.
Konflik sosial dalam masyarakat
Perubahan sosial didorong oleh adanya perbedaan kepentingan antar kelompok dalam masyarakat, baik yang terbuka maupun terselubung.
2. Faktor Eksternal
Berikut adalah faktor eksternal perubahan sosial di masyarakat.
Inovasi di bidang komunikasi, informasi, dan teknologi
Tidak bisa dipungkiri perkembangan teknologi selalu menuntut adanya perubahan sosial.
Sebagai contoh adalah berkembangnya e-commerce di Indonesia yang mendorong para pedagang untuk beralih menggunakan sosial media untuk berjualan.
Peperangan
Perubahan sosial terjadi akibat adanya konflik atau peperangan di suatu wilayah. Biasanya terjadi karena pihak berkuasa yang cenderung menanamkan nilai sosial budaya mereka pada pihak yang lebih lemah.
Contohnya penjajah Belanda yang mendirikan sekolah dan mengajarkan bahasa dan budaya Belanda pada orang pribumi.
Perubahan lingkungan atau ekologi
Perubahan lingkungan juga dapat mendasari terjadinya perubahan sosial di masyarakat.
Contohnya bencana tsunami menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan sehingga mengakibatkan perubahan dalam hal gaya hidup, konstruksi bangunan, dan lain sebagainya.
Pengaruh budaya masyarakat lain.
Dua budaya berbeda yang bertemu akan menyebabkan munculnya akulturasi budaya yang berakibat menimbulkan budaya dan peradaban baru.
Contohnya adalah derasnya arus budaya Korea (hallyu wave) di Indonesia yang lalu menyebabkan bergesernya standar kecantikan.
Demikian pembahasan mengenai faktor internal dan eksternal perubahan sosial. (SP)
