Konten dari Pengguna

Mitos Memelihara Ayam Ketawa yang Masih Dipercaya hingga Kini

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Memelihara Ayam Ketawa yang Masih Dipercaya hingga Kini, Foto: Pexels/Luiz Eduardo Pacheco
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Memelihara Ayam Ketawa yang Masih Dipercaya hingga Kini, Foto: Pexels/Luiz Eduardo Pacheco

Mitos memelihara ayam ketawa seringkali dikaitkan dengan berbagai kepercayaan unik yang berkembang di masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih memegang teguh adat dan budaya lokal.

Ayam ketawa, yang dikenal dengan suara kokoknya yang khas menyerupai tawa manusia, tidak hanya dianggap sebagai hewan peliharaan eksotis, tetapi juga sering diasosiasikan dengan hal-hal gaib atau pertanda tertentu.

Mengutip situs ditjenpkh.pertanian.go.id, dahulu, ayam ketawa hanya dipelihara oleh kalangan bangsawan Bugis sebagai simbol status dan penghias pekarangan rumah.

Mitos Memelihara Ayam Ketawa

Ilustrasi Mitos Memelihara Ayam Ketawa yang Masih Dipercaya hingga Kini, Foto: Pexels/Diana ✨

Mitos memelihara ayam ketawa masih sangat kuat dipercaya oleh masyarakat, terutama di kalangan suku Bugis di Sulawesi Selatan.

Ayam ketawa dipercaya sebagai ayam yang hanya layak dipelihara oleh keluarga bangsawan seperti Raja Sidenreng dan Rappang, sehingga memiliki nilai status sosial yang tinggi.

Selain itu, masyarakat juga meyakini bahwa ayam ketawa mampu membawa rezeki dan keberuntungan bagi pemiliknya, bahkan dipercaya bisa meramalkan peristiwa alam yang akan terjadi.

Oleh sebab kepercayaan ini, ayam ketawa tidak hanya dipelihara sebagai hewan hias, tetapi juga dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.

Selain dianggap membawa hoki, ayam ketawa juga dipercaya memiliki suara khas yang menyerupai tawa manusia, sehingga dipercaya dapat memberikan efek positif bagi pemiliknya.

Suara kokok ayam ketawa yang unik ini dipercaya mampu meredakan stres, kecemasan, dan membuat suasana hati menjadi lebih bahagia.

Oleh karena itu, banyak orang yang memelihara ayam ini tidak hanya untuk tujuan estetika atau perlombaan, tetapi juga sebagai terapi emosional dan pengusir energi negatif di rumah.

Mitos ini membuat ayam ketawa menjadi sangat populer dan harganya pun cukup tinggi di pasaran.

Di sisi lain, mitos yang berkembang juga menyebutkan bahwa memelihara ayam ketawa dapat meningkatkan gengsi dan kehormatan pemiliknya di masyarakat.

Dulu, ayam ketawa ini hanya dimiliki oleh kalangan bangsawan, maka memiliki ayam ketawa dianggap sebagai simbol status sosial dan keberanian.

Keunikan suara dan penampilan ayam ini juga membuatnya sering dijadikan ajang perlombaan, yang semakin menambah nilai dan daya tariknya.

Mitos memelihara ayam ketawa, terus diwariskan secara turun-temurun dan masih dipercaya hingga kini, menjadikan ayam ketawa sebagai salah satu ayam hias yang paling dihargai di Indonesia. (Fikah)

Baca juga: Mitos Pisang Merah yang Diyakini Masyarakat