Konten dari Pengguna

Mitos Menginjak Cicak dan Bahayanya yang Masih Dipercaya hingga Kini

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Menginjak Cicak. Pexels/Min An
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Menginjak Cicak. Pexels/Min An

Mitos menginjak cicak berkembang luas di berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Kepercayaan ini diyakini dapat mendatangkan kesialan, bahkan penyakit.

Dikutip dari buku Simbol dan Mitos dalam Budaya Nusantara, Heru Nugroho, 2016:78, disebutkan bahwa cicak bukan sekadar binatang rumah biasa, tetapi sering dihubungkan dengan pertanda buruk.

Ketika seseorang tidak sengaja menginjak cicak, masyarakat percaya bahwa itu akan mendatangkan malapetaka, baik dalam bentuk kecelakaan, kehilangan, maupun gangguan kesehatan.

Mitos Menginjak Cicak

Ilustrasi Mitos Menginjak Cicak. Pexels/Nikolett Emmert

Dalam banyak kebudayaan tradisional, mitos menginjak cicak dipandang sebagai sebuah pelanggaran terhadap alam.

Kepercayaan ini tumbuh dari anggapan bahwa cicak adalah hewan yang sensitif terhadap getaran spiritual dan sering dianggap sebagai pertanda dari kejadian tertentu.

Cicak sering dikaitkan dengan hal-hal gaib karena kehadirannya yang tidak terduga dan suaranya yang muncul tiba-tiba, dianggap menyampaikan pesan tersembunyi dari alam.

Jika cicak sampai mati karena terinjak, masyarakat percaya bahwa roh jahat yang sedang bersemayam dalam tubuh cicak bisa berpindah ke tubuh manusia.

Oleh karena itu, banyak orang tua zaman dulu yang melarang keras untuk menginjak hewan ini. Bahkan, dalam beberapa tradisi, disarankan melakukan ritual pembersihan jika kejadian itu tidak sengaja terjadi.

Dampak Mitos dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi Mitos Menginjak Cicak. Pexels/Caden Van Cleave

Keyakinan terhadap mitos menginjak cicak memberi pengaruh kuat pada perilaku masyarakat sehari-hari.

Banyak yang memilih untuk berhati-hati di dalam rumah agar tidak melukai cicak. Kepercayaan ini tidak hanya membentuk tindakan, tapi juga menumbuhkan rasa takut terhadap hal-hal yang dianggap sepele.

Selain itu, dalam beberapa lingkungan, jika cicak mati karena diinjak, sering dilakukan tindakan simbolik seperti membuang cicak ke luar rumah dengan daun, lalu mencuci kaki dan tangan dengan air yang telah diberi garam.

Hal ini dipercaya dapat menetralisir energi buruk akibat insiden tersebut.

Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang membenarkan mitos menginjak cicak, kepercayaan ini tetap bertahan sebagai bagian dari tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun.

Mitos menginjak cicak ini mencerminkan betapa dalamnya hubungan antara manusia dan alam dalam budaya lokal.

Mitos ini bukan hanya tentang kepercayaan terhadap nasib buruk, melainkan juga mengajarkan rasa hormat terhadap makhluk hidup dan keseimbangan lingkungan sekitar. (Anggie)

Baca Juga: Mitos Keramas Malam Hari yang Masih Dipercaya Masyarakat