Konten dari Pengguna

Penyebab Konflik Antarkelas di Masyarakat Menurut Auguste Comte

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab konflik antarkelas di masyarakat menurut Auguste Comte, foto: unsplash/Hannah Busing
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab konflik antarkelas di masyarakat menurut Auguste Comte, foto: unsplash/Hannah Busing

Menurut Auguste Comte, konflik antarkelas di masyarakat terjadi karena tidak adanya pedoman atau aturan sosial yang jelas untuk mengatur perilaku.

Mengutip dari situs uinsa.ac.id, teori Auguste Comte memberikan perspektif unik tentang dinamika sosial pasca-Revolusi Prancis dan Revolusi Industri.

Kondisi ini ia amati sebagai gejala anomie, di mana masyarakat berada dalam masa transisi tanpa acuan moral yang jelas, sehingga memicu ketegangan antar kelompok sosial.

Penyebab Konflik Antarkelas di Masyarakat

Ilustrasi penyebab konflik antarkelas di masyarakat menurut Auguste Comte, foto: unsplash/Helena Lopes

Mengutip dari situs uinsa.ac.id, menurut Auguste Comte, konflik antarkelas di masyarakat terjadi karena ketidakmampuan menghadapi perubahan sosial yang cepat.

Revolusi besar-besaran menghancurkan tatanan lama, sementara norma baru belum terbentuk atau diterima secara luas.

Akibatnya, masyarakat mengalami disorganisasi struktural atau struktur sosial tradisional yang runtuh, dan belum ada pengganti yang stabil.

Fenomena ini terlihat dari ketidakpastian hukum, hilangnya pedoman moral, hingga munculnya konflik kepentingan antar kelas sosial.

Selain itu, Comte menyoroti bahwa revolusi industri memperparah ketegangan dengan menciptakan kelas buruh dan pemilik modal yang memiliki kepentingan berbeda.

Urbanisasi cepat dan pola kerja baru memperbesar jarak sosial, memperkuat ketimpangan, dan memicu benturan nilai antara tradisi dan modernitas.

Solusi yang Ditawarkan Comte

Ilustrasi penyebab konflik antarkelas di masyarakat menurut Auguste Comte, foto: unsplash/Tim Marshall

Sebagai sosok yang dijuluki Bapak Sosiologi, Auguste Comte memandang perlunya sosiologi dikembangkan sebagai ilmu untuk meredakan berbagai konflik sosial.

Menurutnya, pendekatan ilmiah atau positivisme dapat digunakan untuk menemukan hukum-hukum sosial yang mampu memulihkan keseimbangan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Lebih dari sekadar teori, Comte juga memperkenalkan gagasan Agama Humanitas sebagai sistem moral baru.

Dalam konsep ini, sosiolog berperan layaknya pengarah moral yang menggabungkan nilai cinta, keteraturan, dan kemajuan, sehingga mampu menciptakan harmoni antara perkembangan intelektual dan kesejahteraan sosial.

Secara ringkas, menurut Auguste Comte, konflik antarkelas di masyarakat terjadi karena hilangnya norma yang memandu kehidupan sosial.

Kondisi ini sering muncul dalam masa transisi besar, seperti revolusi atau perubahan teknologi cepat. Relevansinya masih terasa hingga kini, di tengah globalisasi, krisis identitas, dan kesenjangan ekonomi.

Pandangan Comte mengingatkan bahwa pemulihan keteraturan sosial memerlukan landasan moral yang kuat dan pemahaman ilmiah terhadap realitas masyarakat. (Echi)

Baca juga: Dimulainya Perkembangan Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan Modern