Perbedaan Ekonomi Positif dan Normatif beserta Contoh dan Penjelasannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan ekonomi positif dan normatif adalah sebuah pendekatan yang ada dalam ilmu ekonomi. Kedua pendekatan ini memiliki perbedaan mendasar dalam tujuan dan pendekatan analisisnya.
Ilmu ekonomi sangat luas dan kompleks, dengan berbagai cabang yang menawarkan cara berbeda untuk memahami peristiwa ekonomi.
Perbedaan Ekonomi Positif dan Normatif
Dua konsep utama dalam analisis ekonomi adalah ekonomi positif dan ekonomi normatif. Kedua pendekatan ini memiliki perbedaan mendasar dalam tujuan dan analisisnya. Berikut ini perbedaan ekonomi positif dan normatif beserta contoh dan penjelasannya
1. Ekonomi Positif
Pendekatan ini berfokus pada analisis yang berbasis fakta dan bersifat objektif. Ekonomi positif menggambarkan peristiwa ekonomi sebagaimana adanya, tanpa melibatkan penilaian nilai atau opini pribadi.
Contohnya adalah fakta mengenai tingkat pengangguran meningkat sebesar 5% tahun lalu. Fakta ini dapat diuji dan diverifikasi.
Ekonomi positif digunakan untuk menganalisis hubungan sebab-akibat di dalam ekonomi.
Contoh penggunaan ekonomi positif adalah pengaruh perubahan suku bunga terhadap inflasi atau dampak kebijakan tertentu terhadap tingkat pekerjaan.
2. Ekonomi Normatif
Ekonomi normatif melibatkan penilaian subjektif dan opini mengenai bagaimana seharusnya situasi ekonomi tersebut terjadi.
Pendekatan normatif ini sering kali didasarkan pada nilai moral atau etika dalam menilai keputusan kebijakan ekonomi.
Contohnya adalah pernyataan bahwa pemerintah seharusnya menurunkan pajak untuk mendukung pertumbuhan bisnis kecil. Pernyataan tersebut adalah opini yang tidak dapat diverifikasi sebagai benar atau salah karena tergantung pada perspektif nilai tertentu.
Ekonomi normatif digunakan untuk merancang kebijakan atau membuat rekomendasi. Tujuan rancangan ekonomi normatif adalah mencapai kesejahteraan sosial.
Kedua jenis ekonomi ini sering digunakan secara bersamaan dalam perumusan kebijakan. Ekonomi positif memberikan data dan analisis dasar yang diperlukan, sementara ekonomi normatif menambahkan perspektif nilai untuk membuat rekomendasi kebijakan.
Perbedaan ekonomi positif dan normatif dapat dilihat dari tujuan dan pendekatannya. Kedua cabang ekonomi ini diharapkan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat. (Fia)
Baca juga: Sejarah Akuntansi di Indonesia, Cermin Perkembangan Ekonomi dan Sosial
