Konten dari Pengguna

Sejarah Barongsai dan Maknanya dalam Budaya Tionghoa

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Barongsai, Unsplash/Beaver Fernandez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Barongsai, Unsplash/Beaver Fernandez

Sejarah barongsai mencerminkan perjalanan panjang seni budaya Tiongkok yang penuh makna dan tradisi.

Dikutip dari situs stietribhakti.ac.id, barongsai adalah tarian tradisional yang kerap dipertunjukkan saat perayaan Imlek. Tarian tradisional ini berasal dari Tiongkok dan biasanya ditarikan oleh 2 orang yang mengenakan kostum menyerupai singa.

Barongsai telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Imlek dan menjadi salah satu tradisi terpenting di Tahun Baru Imlek.

Sejarah Barongsai

Ilustrasi Sejarah Barongsai, Unsplash/Mick Haupt

Dikutip dari situs chinahighlights.com, dalam sejarah barongsai, dalam budaya tradisional Tiongkok, singa, seperti naga Tiongkok, hanyalah hewan yang ada dalam mitos dan tidak ada singa yang sebenarnya di Tiongkok.

Sebelum Dinasti Han (202 SM-220 M), hanya sedikit dinga yang mencapai dataran tengah dari wilayah barat Tiongkok kuno (sekarang Xinjiang) karena perdagangan Jalur Sutra.

Pada masa itu, orang-orang menirukan penampilan dan tindakan singa yang baru datang dalam sebuah pertunjukan, yang berkembang menjadi tarian barongsai pada periode Tiga Kerajaan (220M-280M).

Dalam sejarah barongsai, barongsai menjadi populer seiring dengan munculnya agama Buddha pada Dinasti Utara dan Selatan (420M-589M). Pada masa Dinasti Tang (618M-901M), tarian barongsai menjadi salah satu tarian istana.

Setelah itu, tari barongsai terus menjadi pertunjukan yang populer di kalangan masyarakat untuk berdoa memohon keberuntungan selama Festival Musim Semi atau selama perayaan lainnya.

Makna Barongsai

Ilustrasi Sejarah Barongsai, Unsplash/Scribbling Geek

Barongsai mencakup 2 kata, yaitu ‘barong’ dari seni tari Bali dan ‘sai’ dari bahasa Hokkian yang berarti singa. Di Tiongkok, tarian ini dikenal dengan nama ‘Wu Shi’ dan secara internasional dikenal sebagai ‘Lion Dance’.

Dikutip dari situs stietribhakti.ac.id, menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, singa adalah lambang kebahagiaan dan kesenangan.

Tarian barongsai dipercaya membawa keberuntungan sehingga sering dipertunjukkan dalam acara penting seperti pembukaan restoran, pendirian klenteng, dan perayaan Tahun Baru Imlek.

Dari perspektif Feng Shui, barongsai mempunyai beberapa makna yang mendukung peningkatan energi positif, yakni:

  1. Menghilangkan energi negatif: suara drum yang keras dan gembira akan membersihkan daerah dari energi yang negatif dan menggantikannya dengan energi yang positif.

  2. Membawa keberuntungan: sebagai simbol keberuntungan dan kekuatan, kehadiran barongsai dianggap membawa keberuntungan bagi tempat yang dikunjungi.

  3. Mengusir roh jahat: kekuatan dan keberadaan barongsai diyakini cukup untuk mengusir para roh jahat, memastikan kesuksesan dalam usaha yang dilakukan.

Sejarah barongsai bukan hanya tentang hiburan tetapi juga tentang menjaga tradisi dan mempererat rasa kebersamaan. Kehadirannya dalam setiap perayaan menjadi pengingat akan kekayaan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. (Mey)

Baca Juga: Sejarah Perayaan Imlek Suku Tionghoa