Sejarah Jalan Rasuna Said yang Sering Dibicarakan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jalan H.R. Rasuna Said yang membentang di kawasan strategis Jakarta Selatan merupakan salah satu jalan protokol ibu kota. Sejarah Jalan Rasuna Said berhubungan dengan tokoh pejuang wanita yang berjasa.
Mengutip situs p2k.stekom.ac.id, Jalan Rasuna Said merupakan salah satu ruas utama Jakarta yang juga dikenal sebagai kawasan pusat bisnis, bagian dari Financial District atau Segitiga Emas Jakarta yang meliputi poros Sudirman-Thamrin-Kuningan.
Sejarah Jalan Rasuna Said
Sejarah Jalan Rasuna Said berasal dari seorang pahlawan nasional perempuan bernama Hajjah Rangkayo Rasuna Said yang dikenal sebagai tokoh pejuang emansipasi dan kemerdekaan Indonesia.
Lahir pada 14 September 1910 di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, Rasuna Said berasal dari keluarga bangsawan Minangkabau. Ayahnya, Muhammad Said, merupakan seorang saudagar yang juga aktif dalam pergerakan nasional.
Sejak muda, Rasuna menunjukkan kepedulian terhadap isu ketidakadilan dan penindasan kolonial, yang kemudian menjadi pijakan awal perjuangannya. Rasuna Said tidak hanya bergerak di bidang politik, tetapi juga aktif di ranah jurnalistik.
Ia mendirikan majalah Menara Putri sebagai sarana menyuarakan aspirasi kaum perempuan. Pada tahun 1932, ia ditangkap oleh pemerintah Hindia Belanda karena pidato-pidatonya yang dianggap melawan kekuasaan kolonial.
Ia dijerat dengan pasal speekdelict (delik ujaran) dan dijebloskan ke penjara di Semarang. Rasuna menjadi perempuan pribumi pertama yang dikenai dakwaan tersebut. Tulisan-tulisannya pun terkenal tajam dan vokal terhadap ketidakadilan.
Setelah kemerdekaan, ia aktif dalam bidang politik seperti Komite Nasional Indonesia, Badan Penerangan Pemuda Indonesia, dan Dewan Perwakilan Sumatera. Ia juga menjabat sebagai anggota DPR RIS dan Dewan Pertimbangan Agung.
Kontribusinya terhadap bangsa diakui secara resmi ketika pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1974 melalui Keputusan Presiden Nomor 084/TK/Tahun 1974.
Pembangunan Jalan H.R. Rasuna Said dimulai pada awal 1970-an, bertepatan dengan masa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditandai oleh peningkatan pendapatan dari ekspor minyak pascakrisis energi global tahun 1973.
Konstruksi jalan ini dimulai pada tahun 1973 dan diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Listrik saat itu, Sutami. Jalan ini resmi selesai pada tahun 1979 dan berkembang menjadi salah satu kawasan bisnis utama di Jakarta.
Awalnya, jalan ini dirancang untuk menjadi perpanjangan dari Jalan H.O.S. Cokroaminoto di kawasan Menteng ke arah selatan, hingga terhubung dengan Jalan Gatot Subroto melalui sebuah simpang susun berbentuk daun semanggi sebagian.
Namun, bagian simpang tersebut tidak pernah direalisasikan. Jalan ini membentang sepanjang kurang lebih 4,9 kilometer, menghubungkan wilayah Setiabudi hingga Tendean di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Demikianlah sejarah Jalan Rasuna Said. Dengan mengenang sosok H.R. Rasuna Said melalui nama jalan ini, masyarakat diajak untuk tidak melupakan nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan kesetaraan. (Nab)
Baca Juga: Sejarah Pawai Obor Tahun Baru Islam di Indonesia dan Asal-usulnya
