Sejarah May Day yang Diperingati hingga Kini

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah May Day menjadi bagian penting dalam dinamika sosial yang terus diperingati hingga kini. Istilah ini sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa besar yang memberi pengaruh luas terhadap hubungan antara masyarakat dan dunia kerja.
Setiap kali tanggal 1 Mei tiba, perhatian banyak pihak tertuju pada makna peringatan tersebut, baik dari segi simbolik maupun reflektif. Meskipun konteksnya dapat berbeda di tiap wilayah, keberadaan May Day tetap memiliki tempat tersendiri dalam kesadaran kolektif masyarakat.
Sejarah May Day
Mengutip dari britannica.com, sejarah May Day bermula dari perjuangan para pekerja di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Pada 1 Mei 1886, ribuan buruh di Chicago menggelar aksi menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam per hari.
Aksi ini berujung pada peristiwa tragis yang dikenal sebagai Haymarket Affair, ketika terjadi ledakan bom saat demonstrasi di Haymarket Square. Ledakan itu menewaskan sejumlah polisi dan warga, serta menyebabkan puluhan lainnya terluka.
Peristiwa ini memicu gelombang represi terhadap gerakan buruh, termasuk penangkapan dan eksekusi terhadap para aktivis yang dianggap bertanggung jawab.
Sebagai respons atas insiden tersebut, Kongres Sosialis Internasional di Paris pada tahun 1889 menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Penetapan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan para buruh yang gugur dan memperkuat solidaritas gerakan pekerja di seluruh dunia.
Sejak saat itu, May Day diperingati setiap tahun di berbagai negara sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan di tempat kerja dan sebagai ajang menyuarakan hak-hak buruh, termasuk upah layak, jam kerja manusiawi, dan kondisi kerja yang aman.
Di Indonesia, peringatan Hari Buruh pertama kali dilakukan pada 1 Mei 1918 di Semarang oleh serikat buruh Kung Tang Hwee. Namun, pada masa Orde Baru, peringatan ini dilarang karena dianggap membahayakan stabilitas nasional.
Setelah era reformasi, peringatan May Day kembali dihidupkan dan menjadi momentum penting bagi buruh untuk menyampaikan tuntutan.
Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional pada tahun 2013 melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013.
Itulah penjelasan mengenai sejarah May Day yang diperingati hingga kini. May Day kini tidak hanya menjadi simbol perjuangan masa lalu, tetapi juga pengingat pentingnya keadilan sosial dalam dunia kerja saat ini. (Adi)
Baca Juga: Sejarah Hari Buruh Nasional di Indonesia dan Makna di Baliknya
