Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Sejarah Opor Ayam Hidangan Lebaran, Tradisi Kuliner yang Selalu Dinantikan
1 April 2025 16:10 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sejarah opor ayam hidangan Lebaran memiliki perjalanan panjang dalam khazanah kuliner Nusantara. Hidangan ini telah dikenal luas dan menjadi bagian dari perayaan Lebaran di berbagai daerah.
ADVERTISEMENT
Tradisi menyajikan opor ayam terus bertahan hingga saat ini dengan cita rasa yang khas.
Sejarah Opor Ayam Hidangan Lebaran
Berikut adalah sejarah opor ayam hidangan Lebaran yang telah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia, dikutip dari laman p2k.stekom.ac.id.
Opor ayam berasal dari akulturasi masakan khas India dan Arab yang masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan.
Seorang sejarawan kuliner bernama Fadly Rahman menjelaskan bahwa hidangan ini merupakan penggabungan dua jenis masakan, yaitu kari dari India dan gulai dari Arab.
Dalam perkembangannya, masyarakat Jawa mengadaptasi bumbu khas tersebut dengan menambahkan santan serta rempah-rempah lokal.
Rempah lokal tersebut diantaranya seperti serai, kencur, dan kemiri, sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih lembut dan sesuai dengan selera setempat.
ADVERTISEMENT
Masakan ini semakin populer pada masa kerajaan-kerajaan di Nusantara. Awalnya, daging ayam merupakan bahan makanan yang hanya dapat dinikmati oleh kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan.
Masyarakat biasa yang tidak memiliki akses terhadap daging mencari alternatif dengan menciptakan olahan berbumbu yang menyerupai hidangan kerajaan.
Dari sinilah opor ayam mulai berkembang sebagai masakan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Hingga saat ini, opor ayam telah menjadi hidangan khas yang disajikan saat Lebaran, terutama di Pulau Jawa.
Dalam tradisi Lebaran, opor ayam biasanya disajikan bersama ketupat dan sambal goreng sebagai pelengkap. Ketupat sendiri melambangkan kesucian dan kebersihan hati setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Kombinasi antara opor ayam dan ketupat menciptakan cita rasa yang kaya, gurih, serta memiliki makna mendalam dalam budaya masyarakat.
ADVERTISEMENT
Kebiasaan menyajikan hidangan ini semakin mengakar, menjadikannya bagian dari momen kebersamaan saat Lebaran.
Opor ayam juga memiliki keistimewaan sebagai hidangan yang mudah disesuaikan dengan selera masing-masing daerah.
Di beberapa wilayah, ada yang menambahkan bumbu lebih kuat seperti jintan atau kapulaga, sementara di daerah lain lebih menekankan pada penggunaan santan yang kental.
Opor ayam tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga mencerminkan keberagaman kuliner di Indonesia.
Sampai saat ini, sejarah opor ayam hidangan Lebaran tetap melekat dalam tradisi masyarakat. Hidangan ini tidak hanya menjadi menu wajib saat perayaan, tetapi juga simbol kebersamaan dan kehangatan keluarga. (Shofia)