Konten dari Pengguna

Sejarah Opor Ayam, Kuliner Tradisional dalam Perjalanan Waktu

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Opor Ayam. Pexels/Prabal Pratap Singh
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Opor Ayam. Pexels/Prabal Pratap Singh

Sejarah opor ayam tersimpan di balik salah satu kuliner tradisional khas Indonesia. Opor ayam adalah hidangan yang tidak pernah absen dalam momen-momen spesial, terutama saat perayaan hari Lebaran.

Dikutip dari Prastowo, Indro. (2024) Diversity of Indonesian Lebaran Dishes: From History to Recent Business Perspectives, Journal of Ethnic Foods, 2, hidangan khas lebaran di Indonesia salah satunya adalah opor ayam.

Hidangan ini identik dengan kuah santan kental yang gurih dipadukan dengan aroma rempah Nusantara yang khas. Rasa lezatnya menyatu dengan lembutnya daging ayam kampung.

Sejarah Opor Ayam

Ilustrasi Sejarah Opor Ayam. Pexels/dhiraj jain

Sejarah opor ayam bermula dari asal usul pengambilan nama kuliner ini. Secara bahasa, kata “opor” berasal dari bahasa Jawa yang merujuk pada teknik memasak menggunakan kuah santan dan rempah-rempah.

Opor ayam sebagai hidangan diyakini sudah ada sejak era kerajaan di Pulau Jawa, khususnya di wilayah Mataram. Pada saat itu, makanan yang berkuah santan dianggap sebagai sajian yang mewah.

Hal ini karena santan dan rempah-rempah seperti ketumbar, lengkuas, serai, dan kunyit adalah bahan mahal yang hanya tersedia untuk kalangan bangsawan.

Perkembangan opor ayam pun meluas seiring penyebaran budaya Jawa ke berbagai daerah Nusantara. Setiap daerah mempunyai versi hidangan opor yang berbeda, dari segi rasa, kekentalan kuah, hingga bahan pelengkapnya.

Di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, opor ayam cenderung berkuah kental dan cita rasanya manis. Sedangkan di Jawa Barat, opor disajikan dengan rasa lebih ringan dan gurih.

Eksistensi hidangan opor ayam dalam tradisi kuliner Indonesia tidak bisa dipisahkan dari perayaan besar, terutama Hari Raya Idulfitri. Opor ayam biasanya disajikan melengkapi ketupat dan sambal goreng hati untuk merayakan kemenangan dan kebersamaan.

Selain itu, opor ayam juga menggambarkan filosofi masyarakat Indonesia yang menjunjung nilai gotong royong. Proses memasak opor umumnya melibatkan banyak anggota keluarga. Mulai dari memotong ayam dan bahan-bahan hingga meracik bumbu, menciptakan momen kebersamaan keluarga yang hangat.

Sebagai kuliner tradisional yang kaya akan nilai tradisi dan budaya, sejarah opor ayam mencerminkan warisan kuliner yang melewati perjalanan waktu cukup panjang di Nusantara.

Dengan terus melestarikannya, artinya masyarakat turut menjaga keanekaragaman warisan kuliner Indonesia yang berharga. (Win)

Baca Juga: Sejarah Takbiran Pertama Kali dan Perkembangannya di Indonesia