Tata Cara Mengucapkan Pancasila pada Upacara-Upacara Resmi

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata cara mengucapkan Pancasila pada upacara-upacara resmi merupakan bagian penting dari pelaksanaan upacara yang bertujuan untuk menghormati dasar negara Indonesia.
Pengucapan Pancasila dilakukan dengan penuh khidmat dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dapat tersampaikan dengan baik.
Mengutip jurnal Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara, Wulan Nurafifah dkk., (2021:98), Pancasila merupakan dasar negara, pandangan hidup; dan ideologi nasional dalam kehidupan bermasyarakat; berbangsa; dan bernegara.
Tata Cara Mengucapkan Pancasila pada Upacara-Upacara Resmi? Ini Jawabannya
Tata cara mengucapkan Pancasila pada upacara-upacara resmi ditetapkan pada berbagai aturan resmi seperti peraturan perundang-undangan yang bertujuan untuk memastikan penghormatan terhadap dasar negara Indonesia dilakukan dengan khidmat dan tertib.
Mengucapkan Pancasila dalam upacara resmi tidak hanya menjadi simbol kebangsaan, tetapi juga pengingat akan komitmen bersama terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.
TAP MPR RI No. II/MPR/1978
INPRES No. 12 Tahun 1968
UU No. 5 Tahun 1985
UUD 1945
Dalam setiap upacara resmi, biasanya tata cara mengucapkan Pancasila dimulai dengan aba-aba dari pemimpin upacara atau petugas yang ditunjuk. Setiap sila diucapkan dengan jelas dan lantang, serta diikuti oleh seluruh peserta upacara.
1. Pemimpin Upacara
Pengucapan pancasila dalam upacara resmi memiliki aturan baku yang harus diikuti oleh seluruh peserta upacara, baik itu di lingkungan pendidikan, pemerintahan, maupun pada acara-acara kenegaraan.
Memberikan aba-aba: "Siap grak!"
Mengheningkan cipta: Meminta peserta untuk mengheningkan cipta sejenak.
Memimpin pengucapan: Mengucapkan Pancasila secara lantang dan jelas.
2. Peserta Upacara
Kedisiplinan, kekompakan, dan penghormatan menjadi aspek penting yang harus dijaga selama proses pengucapan berlangsung, sehingga mencerminkan rasa nasionalisme yang kuat di tengah peserta.
Sikap: Berdiri tegak dengan sikap hormat.
Mengikuti pengucapan: Mengucapkan Pancasila dengan lantang, jelas, dan penuh penghayatan.
Mengakhiri: Menyelesaikan dengan ucapan "Merdeka!" setelah pengucapan Pancasila.
Kelebihan dan Kekurangan
Melalui upacara resmi, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan kebangsaan, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap tanah air dan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.
Kelebihan: menjaga keseragaman dan ketertiban dalam pelaksanaan upacara, meningkatkan rasa khidmat dan penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila, dan membangun rasa nasionalisme.
Kekurangan: kurangnya kesempatan bagi peserta untuk memahami makna pancasila dan cenderung formalistik dan bisa menimbulkan kejenuhan.
Dengan mengikuti tata cara ini, diharapkan setiap individu dapat menunjukkan rasa hormat terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia
Tata cara mengucapkan pancasila pada upacara-upacara resmi memainkan peran penting dalam memperkuat semangat kebangsaan. (Fikah)
Baca juga: 5 Contoh Membiasakan Perilaku Pancasila di Masyarakat
