Konten Media Partner

Labkesda, Jawaban PDP Meninggal Lebih Banyak dari Positif COVID-19 di Riau?

Selasar Riauverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
LABORATORIUM Kesehatan Daerah (Labkesda) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Pekanbaru, hari ini mulai beroperasi, Senin (20/4/2020)
zoom-in-whitePerbesar
LABORATORIUM Kesehatan Daerah (Labkesda) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Pekanbaru, hari ini mulai beroperasi, Senin (20/4/2020)

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Mulai hari ini, Senin (30/4/2020), Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Molekuler RSUD Arifin Ahmad Riau, resmi beroperasi.

Satu unit alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dipesan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ke Singapura, akhirnya tiba di Pekanbaru. Tim teknisi sedang melakukan instalasi alat PCR di Labkesda Riau.

Pengoperasian Labkesda Molekuler ini diharapkan mampu menjawab kenapa tingginya angka meninggal dunia pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 di Riau.

kumparan post embed

Ini terkait dengan lamanya hasil swab keluar, usai sampelnya diambil dan dikirim ke Laboratorium Balitbangkes Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Sehingga, lamanya status positif atau negatif PDP ini, berdampak erat terhadap penanganan pasien di rumah sakit.

"Iya sudah sampai, estimasinya hari ini, ternyata sore kemarin sudah sampai ada dua unit. Saat ini alat PCR sedang dalam proses pemasangan instalasi di laboratorium RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Nanti kalau sudah siap langsung bisa dipakai tergantung tim ahlinya nanti bagaimana," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Senin (20/4/2020), PDP meninggal dunia bertambah lima menjadi 38 orang dibandingkan sehari sebelumnya, Minggu (19/4/2020), 33 PDP meninggal dunia.

DATA Pantauan COVID-19 di Provinsi Riau, Senin, 20 April 2020.

Secara keseluruhan, rentang waktu 3 Maret-20 April 2020, terdapat jumlah PDP keseluruhan 369 orang dengan perincian, 165 orang masih dirawat, 166 kasus negatif dan dipulangkan, serta 38 meninggal dunia.

Kadis Kesehatan Riau, Mimi Nazir mengatakan, dengan datangnya alat PCR tersebut, kini Provinsi Riau sudah bisa melakukan tes virus COVID-19 secara mandiri, tanpa harus mengirim sampel ke Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Mimi mengungkapkan, alat PCR baru tiba di Labkesda Riau ini memiliki kapasitas uji sampel hingga 100 sampel per hari.

Masih dari data Dinkes Riau, 4 pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia tersebut, kesemuanya merupakan PDP.

Keempat pasien lebih dahulu meninggal dunia, barulah hasil swab yang diuji di Laboratorium Balitbangkes Kementerian Kesehatan, keluar.

kumparan post embed

Rata-rata, hasil swab untuk PDP hingga keluar hasilnya bisa sampai berhari-hari bahkan berpekan-pekan. Dampaknya upaya penelusuran siapa saja pasien berhubungan selama ini juga terlambat dilakukan.

Mimi mengungkapkan, jika alat tersebut sudah selesai dilakukan instalasi dan sudah dioperasikan, Dinkes Riau akan mengutamakan pemeriksaan untuk sampel Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Untuk saat ini yang akan kita prioritaskan itu adalah pemeriksaan kepada pasien PDP," kata Mimi.

Sementara Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Rau, dr Indra Yopi menambahkan, selain untu pasien PDP, tes PCR akan dilakukan kepada petugas medis selama ini menangani pasien positif COVID-19 di Riau.

DATA Pantauan COVID-19 Riau, Minggu, 19 April 2020.

Sebab mereka sangat rentan tertular Covid-19 karena setiap hari berhubungan langsung dengan pasien positif covid-19.

"Petugas kesehatan yang menangani pasien positif juga masuh prioritas untuk dilakukan pemeriksaan swab," ujarnya.

Selain itu, seluruh Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang kontak dengan pasien positif berdasarkan hasil tracking juga menjadi prioritas untuk dilakukan pemeriksaan swab.

"Kalau semuanya sudah, baru nanti yang ODP akan dilakukan tes PCR untuk memastikan apakah yang bersangkutan positif Covid-19 atau tidak," katanya. (*)

kumparan post embed