Pelaku Illegal Logging Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Siak

Konten Media Partner
21 Desember 2022 10:05
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi harimau sumatera. (dok. BBKSDA Riau)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi harimau sumatera. (dok. BBKSDA Riau)
SELASAR RIAU, SIAK - Seorang warga Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tewas diterkam seekor harimau sumatera di Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Senin (19/12).
Belakangan diketahui bahwa korban bernama Acai (50) merupakan pelaku penebangan hutan liar atau illegal logging.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Genman Suhefti Hasibuan, mengatakan korban peristiwa itu terjadi di kawasan hutan produksi yang dapat dikonservasi (HPK).
"Kejadian sekitar pukul 05.00 WIB," kata Genman, Selasa (20/12).
BKSDA mengungkap bahwa korban bersama pekerja lainnya masuk ke kawasan HPK. Mereka membuat pondok dan melakukan aktivitas illegal logging.
Lokasi tersebut tepatnya berada di hutan Sungai Belat, Kampung Teluk Lanus, yang merupakan habitat satwa liar, termasuk harimau sumatera.
Menurut keterangan dari saksi, Cen Cen (20), yang sempat tidur bersama korban, dirinya sempat mendengar suara gaduh dan erangan. Diduga korban telah diseret harimau sumatera.
Cencen dan para pekerja lainnya mencari sumber suara tersebut yang ternyata berasal dari korban. Korban ditemukan tewas dengan bekas gigitan harimau di sekitar pundak, luka di leher dan wajah, leher berlubang, luka robek di pipi kanan korban, dan bekas cakaran harimau di tubuh bagian belakang.
Korban diduga diserang dan diseret harimau sumatera saat kondisi masih gelap di lokasi penebangan liar yang tak jauh dari pemukiman warga atau sekitar 4 jam dari Kampung Teluk Lanus jika melewati perairan melalui speedboat.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa pulang ke kampung halamannya, Kampung Balak, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, M Mahfud, mengatakan pihaknya telah telah berkoordinasi dengan Polsek Sungai Apit dan Camat Sungai Apit untuk mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas di dalam hutan dan tidak melakukan kegiatan penebangan liar.
"Tim Balai Besar KSDA Riau akan melakukan cek lokasi kejadian bersama kepala rombongan pekerja setelah selesai mengurus pemakaman dan berbelasungkawa dengan pihak keluarga," terangnya.
BBKSDA Riau juga akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan pemasangan spanduk atau papan peringatan di lokasi kejadian. Sehingga diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang lagi.
"Masyarakat dilarang bertindak anarkis pada satwa liar terutama satwa liar yang dilindungi oleh negara. Semoga masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian habitat satwa liar yang dilindungi sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya interaksi negatif antara manusia dengan satwa liar. Karena itu tugas bersama, tugas kita semua," pungkasnya.
LAPORAN: HENDRA DEDAFTA