3 Cara Fermentasi Kohe Ayam untuk Pupuk Organik Berkualitas

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara fermentasi kohe kotoran ayam merupakan metode sederhana namun efektif untuk menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi.
Proses ini membantu mengurangi bau, mematikan patogen berbahaya, dan meningkatkan kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman.
Dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh, fermentasi kohe ayam dapat dilakukan dengan biaya terjangkau.
3 Cara Fermentasi Kohe Ayam untuk Pupuk Organik Berkualitas
Cara fermentasi kohe ayam tergolong mudah dan dapat dilakukan dengan bahan sederhana yang tersedia di sekitar kita.
Dikutip dari situs agriness.ppj.unp.ac.id, Kohe ayam yang baru keluar dari perut ayam tidak dapat langsung digunakan sebagai pupuk karena masih dalam proses penguraian yang menghasilkan suhu tinggi, yang dapat menyebabkan tanaman layu atau bahkan mati.
Maka dari itu, sebelum kotoran ayam digunakan untuk pupuk harus difermentasikan terlebih dahulu. Berikut adalah 3 cara fermentasi kohe ayam yang dapat dicoba.
1. Fermentasi Kohe Ayam dengan EM4
Menggunakan EM4 (Effective Microorganisms 4) adalah cara populer untuk memfermentasi kotoran ayam.
Bahan yang diperlukan:
Kotoran ayam segar (50 kg)
EM4 (500 ml)
Gula merah (1 kg)
Air secukupnya
Dedak atau sekam padi (10 kg)
Langkah-langkah:
Larutkan gula merah dan EM4 ke dalam air.
Campurkan larutan tersebut ke kotoran ayam dan dedak, lalu aduk hingga merata.
Masukkan campuran ke dalam wadah tertutup dan diamkan selama 7–14 hari.
Aduk campuran setiap 2–3 hari agar proses fermentasi merata.
Hasilnya adalah pupuk organik kaya nutrisi yang cocok untuk berbagai jenis tanaman.
2. Fermentasi dengan MOL (Mikroorganisme Lokal)
Jika EM4 sulit ditemukan, Anda bisa menggunakan MOL buatan sendiri sebagai alternatif.
Bahan yang diperlukan:
Kotoran ayam segar (50 kg)
MOL (500 ml, terbuat dari fermentasi nasi basi atau sisa buah)
Gula merah (1 kg)
Air secukupnya
Jerami atau sekam padi (10 kg)
Langkah-langkah:
Larutkan MOL dan gula merah dalam air, lalu campurkan ke dalam kohe ayam dan jerami.
Aduk hingga merata dan masukkan ke dalam wadah tertutup.
Diamkan selama 10–14 hari sambil diaduk sesekali.
MOL memberikan hasil fermentasi yang ramah lingkungan dan hemat biaya.
3. Fermentasi dengan Tambahan Bioaktivator Alami
Menggunakan bioaktivator alami seperti cairan daun bambu atau air cucian beras dapat mempercepat fermentasi.
Bahan yang diperlukan:
Kotoran ayam segar (50 kg)
Air cucian beras (10 liter)
Daun bambu yang direndam (5 liter cairan)
Dedak atau sekam padi (10 kg)
Langkah-langkah:
Campurkan air cucian beras dan cairan daun bambu ke kotoran ayam.
Tambahkan dedak, lalu aduk hingga merata.
Fermentasikan campuran dalam wadah tertutup selama 7–10 hari.
Cara ini menghasilkan pupuk organik yang alami dan kaya nutrisi, ideal untuk kebutuhan pertanian organik.
Dengan memilih salah satu dari tiga cara fermentasi kohe ayam dapat menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi dengan langkah yang mudah dan hemat biaya. (Ffh)
Baca juga: Cara Fermentasi Jerami dengan Garam dan Panduannya
