Konten dari Pengguna

3 Cara Pemijahan Induk Ikan Arwana dengan Tepat

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Pemijahan Induk Ikan Arwana. Pexels/Emir Kaan Okutan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Pemijahan Induk Ikan Arwana. Pexels/Emir Kaan Okutan

Ikan arwana adalah salah satu ikan hias air tawar yang memiliki harga tinggi dan sangat diminati para kolektor. Akan tetapi, ternyata cara pemijahan induk ikan arwana tidaklah mudah dan membutuhkan teknik khusus.

Dikutip dari e-journal.unair.ac.id, Teknik Pemijahan Alami Arwana Super Red (Scleropages Formosus) di PT. Arwana, Depok, Jawa Barat, ikan ini memiliki sisik yang indah serta simbol keberuntungan yang melekat padanya.

Cara Pemijahan Induk Ikan Arwana dengan Tepat

Ilustrasi Cara Pemijahan Induk Ikan Arwana. Pexels/Kostiantyn Klymovets

Bagi yang tertarik membudidayakan arwana, berikut ini adalah beberapa cara pemijahan induk ikan arwana dengan tepat yang dapat dijadikan panduan dasar.

1. Pemilihan Induk yang Sudah Matang dan Sehat

Pilih ikan indukan yang sehat dan sudah matang untuk bereproduksi. Induk arwana jantan dan betina biasanya siap dipijah saat berumur minimal 4 tahun dengan ukuran panjang tubuh lebih dari 50 cm.

Indukan arwana harus bebas dari penyakit, memiliki warna sisik yang cerah, dan gerakannya aktif.

Perbedaan antara induk jantan dan betina dapat dilihat dari bentuk kepala dan mulutnya. Arwana jantan biasanya memiliki mulut yang lebih besar dan panjang karena berfungsi untuk menyimpan telur (mouthbrooder), sedangkan betina memiliki perut yang buncit saat siap bertelur.

2. Menempatkan Arwana dalam Kolam Pemijahan

Indukan arwana harus ditempatkan dalam kolam pemijahan khusus yang tenang dan luas. Setidaknya, kolam berukuran minimal 3x3 meter dan kedalaman sekitar 1 meter. Air kolam harus bersih, memiliki suhu yang ideal sekitar 28–30°C, dan pH netral.

Sebaiknya menggunakan sistem pemeliharaan semi-alami. Contohnya dengan dasar kolam berupa pasir halus dan beberapa tanaman air untuk menciptakan suasana yang alami pada kolam.

Proses adaptasi induk dalam kolam ini memakan waktu beberapa minggu hingga arwana jantan dan betina membentuk pasangan.

3. Pemijahan Alami dan Perawatan Telur

Ikan arwana bisa dipijah secara alami dengan sistem fertilisasi internal. Setelah betina bertelur, arwana jantan akan menyimpan telur-telur tersebut di dalam mulutnya sampai menetas.

Proses ini bisa memakan waktu sekitar 40–60 hari. Selama masa inkubasi ini, sebaiknya tidak mengganggu induk jantan agar tidak memuntahkan telur arwana secara prematur.

Setelah arwana anakan mulai keluar dari mulut induknya, mereka dapat dipindahkan ke akuarium khusus untuk pembesaran. Pemberian pakan alami seperti kutu air atau cacing sutra sangat penting untuk masa pertumbuhan awal.

Cara pemijahan induk ikan arwana dengan tepat memerlukan ketelitian. Dengan mengikuti cara di atas, peluang keberhasilan budidaya arwana akan meningkat, sekaligus menghasilkan anakan berkualitas untuk pasar ikan hias. (Win)

Baca Juga: Jenis Ikan Air Tawar Rendah Purin, Solusi Aman bagi Penderita Asam Urat