3 Cara Simpan Starter Sourdough dengan Aman dan Tepat

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Starter sourdough adalah bahan dasar dalam pembuatan roti sourdough. Dalam proses pembuatannya, cara simpan starter sourdough akan mempengaruhi hasilnya saat matang.
Dikutip dari www.theperfectloaf.com, bahan ini terbuat dari campuran tepung dan air yang difermentasi secara alami. Starter ini memiliki kandungan ragi liar dan bakteri baik yang aktif.
Cara Simpan Starter Sourdough dengan Aman dan Tepat
Untuk menjaga kualitas dan hasil fermentasi bahan ini, cara simpan starter sourdough yang aman dan tepat sangat penting. Berikut ini tahap penyimpanannya.
1. Simpan di Suhu Ruang Apabila Dipakai Setiap Hari
Jika ingin membuat roti sourdough setiap hari, starter sourdough dapat disimpan di suhu ruang. Letakkan bahan ini di wadah kaca atau plastik yang tertutup longgar supaya ada sirkulasi udara.
Langkah ini bertujuan menjaga ragi agar tetap optimal dan mencegah starter menjadi asam atau lemah.
Pastikan tempat penyimpanan tidak terkena sinar matahari secara langsung dan memiliki suhu yang stabil sekitar 20–25°C.
2. Simpan di Kulkas untuk Digunakan Mingguan
Jika tidak memanggang setiap hari, simpan starter ini di dalam kulkas. Langkah ini bertujuan memperlambat proses fermentasi.
Sehingga, starter tidak perlu diberi tambahan tepung dan air setiap hari. Cukup beri tambahan tepung dan air satu minggu sekali, dan diamkan pada suhu ruang selama beberapa jam sebelum dikembalikan ke kulkas.
Sebelum digunakan untuk memanggang, ambil sebagian starter dari kulkas. Kemudian beri tambahan tepung dan air, minimal dua kali pada suhu ruang hingga starter kembali aktif dan berbuih.
3. Bekukan atau Keringkan untuk Disimpan Jangka Panjang
Untuk penyimpanan jangka waktu yang lama, pengguna bahan ini bisa membekukan atau mengeringkan starter sourdough.
Untuk membekukannya, masukkan bahan ini ke dalam wadah yang tertutup rapat agar kedap udara, kemudian simpan di freezer.
Sedangkan untuk metode pengeringannya, oleskan starter tipis-tipis di atas kertas roti, dan biarkan hingga kering. Kemudian, simpan bahan kering ini dalam kantong ziplock atau toples yang kedap udara.
Saat akan digunakan kembali, aktifkan starter yang beku atau kering ini dengan memberi tambahan tepung dan air beberapa kali sampai aktif.
Cara simpan starter sourdough dengan benar sangat penting untuk menjaga kualitas dan keberhasilan proses fermentasi roti. Dengan langkah tepat, bahan ini bisa bertahan bertahun-tahun dan menghasilkan roti yang lezat alami. (Win)
Baca Juga: 5 Ciri Khas Kopi Sumatera, Kekayaan Rasa dan Aroma yang Mendunia
