5 Ciri-ciri Fermentasi Dedak Berhasil dan Berkualitas Baik

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dedak dapat difermentasikan, sehingga terdapat ciri-ciri fermentasi dedak berhasil dan tentunya dapat menghasilkan kualitas baik.
Dedak merupakan hasil samping dari limbah pertanian yang bermanfaat sebagai sumber energi untuk pakan ternak dengan kandungan serat kasar sekitar 27 persen.
Ciri-ciri Fermentasi Dedak Berhasil
Ketahui ciri-ciri fermentasi dedak berhasil. Mengutip jurnal Fermentasi Dedak Padi dan Ampas Tahu Sebagai Pakan Alternatif Ternak, Yelsi L Dewi, (2022: 73-75) adanya fermentasi pada padi merupakan rangkaian proses untuk menambah kandungan nutrisi pada dedak padi agar lebih efisien untuk dicerna.
Permasalahan utama pada dedak berjenis padi ialah kurangnya kadar protein dan tingginya kandungan serat yang kasar. Sebab dedak padi mengandung zat anti nutrisi, serat kasar yang tinggi dan sulit dicerna oleh hewan ternak.
Berikut terdapat lima ciri-ciri fermentasi dedak berhasil.
Untuk mendapatkan manfaat fermentasi yang berhasil dan berkualitas maka dilakukan dalam jangka waktu 8-10 hari sehingga ciri-cirinya dilihat dari bagaimana bentuk fermentasi dedak padi yang tidak terlalu lembut atau cukup kasar.
Mendapatkan hasil tekstur yang baik yang sesuai dengan standar pakan ternak sehingga hasilnya pun berkualitas.
Penggunaan fermentasi menggunakan EM4 dan molases yang dapat menghasilkan protein pada bahan pakan, hasilnya dilihat dari aroma khas fermentasi dedak padi tersebut.
Tidak berbau busuk setelah difermentasikan secara benar, sehingga dapat menjadi bahan pakan ternak yang alternatif.
Perubahan warnanya signifikan setelah difermentasikan dengan beberapa campuran proses hasil fermentasi dedak padi.
Namun untuk membuat hasil fermentasi dedak yang berhasil, tak hanya dilihat dari ciri-cirinya saja. Peternak atau petani dapat melakukan proses fermentasi secara cermat agar hasilnya pun tidak terkontaminasi dengan campuran mikroba.
Peternak atau petani tidak boleh memberikan fermentasi dedak untuk pakan dan memanfatkan untuk tumbuhan apabila tingkat kehijauan air sudah mencapai 40 persen.
Dari ciri-ciri fermentasi dedak berhasil yang disebutkan di atas, maka baik peternak atau petani dapat mulai melakukan proses fermentasi secara baik agar hasilnya pun berkualitas. (Siska)
Baca juga: Cara Fermentasi Pupuk Kandang tanpa EM4, Ternyata Mudah
