Cara Fermentasi Kohe Walet yang Baik dan Benar

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara fermentasi kohe walet adalah salah satu cara memanfaatkan kohe walet menjadi sesuatu yang bermanfaat adalah dengan melakukan fermentasi.
Dikutip dari situs hortikultura.pertanian.go.id, selain sarangnya yang memiliki nilai sangat tinggi di pasaran, kotoran burung walet juga mempunyai manfaat untuk pertanian.
Diprediksi sekitar 40 hingga 45% dari kotoran burung walet terbentuk dari material organik yang efektif untuk memperbaiki dan memperkaya struktur dari tanah.
Cara Fermentasi Kohe Walet
Dikutip dari jurnal Pengelolaan Limbah Kotoran Walet menjadi Pupuk Organik dengan Cara Fermentasi untuk Mengatasi Kenaikan Harga Pupuk Kimia, Yudi Pungan, dkk, berikut adalah cara fermentasi kohe walet.
1. Alat dan Bahan
Berikut adalah alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan fermentasi kohe walet.
Kotoran hewan walet atau kohe walet.
Cairan pupuk EM-4 atau dapat juga menggunakan minuman yakult.
Cairan pupuk EM-4 ini berfungsi untuk menjaga kestabilan dan meningkatkan hasil produksi dengan cara memfermentasi dan mendekomposisi senyawa organik dengan cepat.
Gula merah. Berfungsi untuk mengaktifkan bakteri yang ada di limbah kotoran hewan walet dengan cara dilarutkan terlebih dahulu.
Air secukupnya. Air digunakan untuk mencampurkan semua bahan cair seperti cairan pupuk EM-4 dan larutan gula merah.
Gayung dan ember yang digunakan sebagai wadah untuk mencampurkan semua bahan.
2. Tahap Pembuatan
Berikut adalah tahap-tahap pembuatan dalam cara fermentasi kohe walet.
Campurkan semua bahan yang ada ke dalam ember dan aduk hingga tercampur rata.
Siramkan menggunakan gayung secukupnya pada kotoran hewan walet.
Simpan kotoran hewan walet pada tempat yang tertutup ataupun wadah yang seperti karung dan simpan selama 2 minggu sebelum dapat digunakan.
Setelah 2 minggu barulah pupuk organik itu dapat digunakan langsung untuk memupuk tanaman.
Selain menjadi alternatif untuk masyarakat dalam mengatasi kenaikan harga pupuk juga dapat mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh menumpuknya kotoran hewan walet yang tidak dikelola oleh masyarakat.
Dikutip dari situs hortikultura.pertanian.go.id, pupuk dari kotoran walet ini dapat digunakan pada semua jenis tanaman, baik tanaman untuk perkebunan atau tanaman hias di dalam pot.
Demikianlah penjelasan terkait cara fermentasi kohe walet. Dengan cara fermentasi, limbah kohe walet telah diubah menjadi sumber daya yang bernilai tinggi. (Mey)
Baca juga: Cara Fermentasi Kohe Kambing dengan EM4 yang Praktis
