Cara Memisahkan Induk Ayam dan Anaknya setelah Menetas

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara memisahkan induk ayam dan anaknya setelah menetas perlu diketahui terutama oleh peternak pemula. Tindakan ini dapat membantu pertumbuhan anak ayam sekaligus mempersiapkan induk ayam agar bisa bertelur kembali.
Setelah menetas, anak ayam masih sangat rentan terhadap gangguan baik dari lingkungan maupun dari induknya sendiri. Oleh karena itu, pemisahan dilakukan untuk menjaga keselamatan dan pertumbuhan optimal anak ayam.
Banyak kasus menunjukkan bahwa induk ayam bisa agresif, bahkan mematuk anaknya sendiri jika merasa terganggu. Selain itu, pemisahan ini juga membantu manusia lebih mudah mengatur pola makan dan suhu kandang anak ayam.
Cara Memisahkan Induk Ayam dan Anaknya
Mengutip dari kanal Youtube Bagus si Bejo Tutorial, cara memisahkan induk ayam dan anaknya dapat dilakukan dengan memerhatikan tiga hal berikut ini;
1. Waktu Pemisahan yang Tepat
Peternak pemula perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memisahkan induk ayam dan anaknya.
Waktu terbaik untuk memisahkan anak ayam dari induknya adalah setelah bulu anak ayam mulai kering dan kuat berdiri. Biasanya kondisi ini terjadi beberapa jam hingga satu hari setelah menetas.
Pemantauan terhadap telur yang hampir menetas sangat penting agar anak ayam bisa segera dipindahkan ke tempat yang aman. Telur yang sudah menunjukkan tanda-tanda retak sebaiknya diawasi secara rutin untuk mencegah pematukan dari induknya.
2. Siapkan Tempat yang Hangat
Untuk menjaga kesehatan anak ayam, siapkan wadah hangat seperti ember yang dilapisi kain lembut di bagian bawahnya. Tambahkan lampu bohlam 5 watt untuk menjaga suhu tubuh anak ayam tetap stabil.
Anak ayam yang baru menetas harus dijauhkan dari kemungkinan terkena dingin atau diganggu oleh hewan lain. Penempatan yang aman dan hangat akan membantu pertumbuhan awal, seperti bulu yang cepat kering dan kemampuan berdiri.
Jika ada lebih dari satu anak ayam, gunakan kandang yang cukup luas agar mereka tidak saling bertabrakan. Pastikan tersedia air minum dan pakan dalam wadah kecil yang mudah dijangkau.
3. Perhatikan Perilaku Induk Ayam
Beberapa induk ayam menunjukkan perilaku tidak bersahabat saat anaknya dipisahkan. Jika hal ini terjadi, sebaiknya pemisahan dilakukan ketika induk ayam sedang meninggalkan sarang, misalnya di pagi hari saat membuang kotoran.
Dengan demikian, telur atau anak ayam dapat diambil tanpa memicu stres pada induknya. Selain itu, induk ayam sebaiknya dimandikan secara berkala agar tetap bersih dan tidak mudah stres setelah pemisahan.
Itulah cara memisahkan induk ayam dan anaknya setelah menetas. Pemindahan yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan anak ayam. Selain itu, induk ayam akan cepat kembali bertelur sehingga meningkatkan produktivitas peternakan. (rudin)
Baca Juga: 5 Cara agar Ayam Awet di Kulkas dan Tetap Segar
