Konten dari Pengguna

Cara Menanam Labu Kuning agar Hasil Panen Bagus dan Melimpah

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi foto labu kuning. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi foto labu kuning. Sumber foto: Unsplash

Labu kuning merupakan salah satu buah yang banyak tumbuh di Indonesia. Di Jawa Barat, buah ini disebut parang, sementara di Jawa Tengah disebut waluh.

Untuk menanam labu kuning, perlu mengetahui beberapa hal penting. Oleh karena itu, simak artikel ini agar mengetahui cara menanam labu kuning dengan benar.

Cara Menanam Labu Kuning agar Panen Melimpah

Ilustrasi foto cara menanam labu kuning. Sumber foto: Unsplash

Sesuai dengan namanya, buah ini memiliki daging berwarna kuning tua atau kecokelatan. Di antara kelompok labu, jenis ini berukuran paling besar hingga dijuluki rajanya labu.

Niaga Swadaya dalam bukunya yang berjudul Terapi Jus untuk Kolesterol, labu kuning memiliki cita rasa yang enak dengan buah lembut dan manis.

Di dalam labu kuning terdapat kandungan yang berkhasiat untuk tubuh, seperti betakaroten, vitamin B1 dan C, kalsium, fosfor, besi, kalium, dan natrium. Deretan kandungan ini berguna untuk mencegah serangan jantung dan stroke.

Selain kaya manfaat, buah ini juga sering digunakan untuk dekorasi Hari Halloween. Maka tak heran jika permintaan di pasaran cukup tinggi dan membuat budi daya labu cukup menguntungkan.

Bagi pemula yang ingin mulai menanam labu, berikut ini langkahnya:

1. Syarat Tumbuh

Agar labu kuning dapat tumbuh dengan baik, usahakan tanam pada ketinggian 800-1.200 mdpl, curah hujan sekitar 700-1.000 mm/tahun, dan memiliki kelembapan udara sekitar 75%

Jenis tanah yang digunakan juga harus tanah aluvial berhumus, gembur kering, andosol, grumosol, bekas rawa, dan tanah merah dengan pH sekitar 5,0 hingga 6,5. Perhatikan juga pasokan sinar mataharinya.

2. Mempersiapkan Bibit

Mempersiapkan bibit labu kuning biasanya dilakukan dengan cara generatif atau biji.

Pilih buah calon bibit yang ukurannya besar, berkulit keras, tidak ada lecet atau luka, tangkai buah kering dengan warna kecokelatan, serta daging buahnya kuning, tebal, padat, dan jika diketuk bunyinya nyaring.

Buah yang telah dipilih boleh dibiarkan matang di pohon, baru dipetik, serta didiamkan selama 7 hari. Setelah itu, buah yang sudah matang tersebut bisa diambil bijinya dan ditempatkan pada wadah. Lalu, biarkan bijinya direndam semalaman.

Biji yang sudah direndam boleh dijemur selama 2 hari agar cepat kering. Kemudian, disimpan selama 1 sampai 3 bulan sebelum ditanam.

3. Penanaman Biji

Setelah bibit dan lahan siap, tanam benih di setiap lubang tanam dan timbun kembali dengan tanah. Usahakan bibit yang ditanam jangan terlalu dalam, buat sekitar 0,5 atau 2 cm agar cepat tumbuh.

4. Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman labu kuning meliputi:

  • Penyulaman

  • Penyiangan

  • Pemupukan Susulan

  • Pemberian Lanjaran

Itulah dia cara menanam labu kuning yang benar untuk pemula. Delapan puluh hari setelah ditanam, labu kuning dapat mulai dipanen. Lakukan pemanenan secara bertahap setiap 1 hingga 2 bulan.