Konten dari Pengguna

Cara Semai Hidroponik dengan Rockwool yang Tepat untuk Pemula

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Semai Hidroponik dengan Rockwool, Pixabay/naidokdin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Semai Hidroponik dengan Rockwool, Pixabay/naidokdin

Dalam cara semai hidroponik dengan rockwool, diketahui salah satu media tanam yang sering digunakan dalam hidroponik adalah rockwool yang memiliki kemampuan menyerap dan mempertahankan air dengan baik.

Dikutip dari buku Hidroponik Wick System: Cara Paling Praktis, Pasti Panen (Bag.3), Tinton Dwi Putera, (2015:44), dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran untuk meletakkan benih-benih yang berukuran kecil ke dalam rockwool.

Bahan yang Dipersiapkan untuk Cara Semai Hidroponik dengan Rockwool

Ilustrasi Cara Semai Hidroponik dengan Rockwool, Pixabay/iamareri

Dikutip dari buku Bertanam Hidroponik untuk Pemula, Puput Alviani, (2015:49), berikut adalah bahan yang dipersiapkan untuk cara semai hidroponik dengan rockwool yang tepat untuk para pemula.

  • Media tanam hidroponik berupa rockwool.

  • Benih.

  • Tray semai/nampan plastik.

  • Tusuk gigi/tusuk sate.

  • Air biasa.

Sebelumnya, persiapkan benih yang mau disemai, rendam ke dalam air hangat kurang lebih 3 jam, tujuannya agar benih lebih cepat sprout (pecah biji).

Langkah Penyemaian Hidroponik dengan Rockwool

Ilustrasi Cara Semai Hidroponik dengan Rockwool, Unsplash/iamareri

Mengutip buku Bertanam Hidroponik untuk Pemula, Puput Alviani, (2015:50-53), berikut adalah langkah-langkah penyemaian hidroponik dengan rockwool.

1. Proses Penyiapan Media Tanam Rockwool

Siapkan media tanam rockwool. Potong rockwool dengan ukuran sekitar 2x2x1 cm atau disesuaikan dengan kebutuhan untuk dipakai di baki, gelas bekas, netpot atau media lain.

2. Proses Pembasahan

Basahi semua rockwool yang akan digunakan sebagai media semai. Langkah selanjutnya adalah letakkan di baki ataupun di gully semai dan susun rapi.

3. Proses Pelubangan

Buatlah lubang pada rockwool dengan menggunakan tusuk gigi atau silakan disesuaikan dengan kebutuhan atau besar benih tanaman.

4. Proses Penyiapan Benih yang Akan Ditanam

Siapkan benih yang akan ditanam secukupnya. Ambil benih dengan menggunakan tusuk gigi yang sebelumnya telah dibasahi atau memakai alat lain sesuai dengan ketersediaan di tempat.

5. Proses Pemasukan

Termasuk cara semai hidroponik dengan rockwool, masukkan benih bibit tanaman ke dalam lubang yang telah dibuat di langkah sebelumnya.

Usahakan benih jangan terlalu dalam masuk ke dalam media tanam, cukup di bagian permukaan dan terkena basah untuk proses imbisisi.

Usahakan penempatan benih sesuai dengan serat rockwool sehingga akar akan mudah mencari jalan.

Usahakan jumlah lubang semai disesuaikan dengan ukuran tanaman nanti apabila dewasa. Misalnya untuk tanaman yang cenderung vertikal pertumbuhannya, dalam 1 rockwool dapat dibuat 4-6 lubang semai.

Untuk tanaman yang cenderung horizontal atau melebar pertumbuhannya, dalam 1 rockwool cukup dibuat 1 lubang semai.

Tanaman dengan pertumbuhan berupa batang maupun tunas seperti cabe dan tomat cukup dibuat 1 lubang semai dalam 1 rockwool.

6. Proses Penyimpanan

Simpanlah bibit benih tanaman yang telah disemai di tempat yang sejuk atau jauh dari sinar matahari.

7. Proses Pemindahan

Sekitar 1-4 hari setelahnya akan terlihat benih pecah/sprout/tunas yang ditandai dengan warna putih. Lama sproutnya benih tergantung pada jenis tanaman.

Jika benih tanaman telah sprout, langsung pindahkan ke tempat yang memperoleh sinar matahari minimal 6 jam sehari.

Setelah benih tanaman muncul daun hijau sekitar 3 atau 4 daun, umumnya sekitar 10-14 hari dari semai benih tanaman dapat dipindahkan ke media tanam yang direncanakan.

Demikianlah langkah-langkah cara semai hidroponik dengan rockwool. Untuk mempercepat atau merangsang sprout lebih cepat, zat perangsang tumbuh dapat digunakan.

Baca juga: Apakah Benih Hidroponik Bisa Ditanam di Tanah? Ini Jawabannya