Konten dari Pengguna

Prosedur Pemupukan Cabe Fase Generatif

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

pemupukan cabe fase generatif. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
pemupukan cabe fase generatif. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun

Budidaya cabe memiliki beberapa tantangan, namun dengan prosedur pemupukan cabe fase generatif yang tepat, tanaman ini bisa memberikan hasil yang maksimal. Di fase generatif, cabe mulai memasuki masa pembentukan bunga dan buah.

Dikutip dari Buku Dasar Budidaya Tanaman, Agus Suryanto dkk., (2023: 80), fase pertumbuhan generatif terjadi ketika tanaman mulai masuk primordia pembuangan.

Fase primordia pembuangan atau ketika tanaman mulai mentranslokasikan fotosintat ke organ penyimpan (sink organ) seperti biji atau umbi. Fase ini harus mendukung pertumbuhan buah yang sehat.

Prosedur Pemupukan Cabe Fase Generatif

pemupukan cabe fase generatif. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun

Pemupukan cabe pada fase generatif sangat penting untuk memastikan tanaman bisa menghasilkan buah berkualitas dalam jumlah banyak.

Berikut adalah beberapa prosedur pemupukan cabe fase generatif.

1. Pahami Kebutuhan Nutrisi Cabe pada Fase Generatif

Fase generatif merupakan masa ketika cabe membutuhkan lebih banyak fosfor dan kalium.

Fosfor berperan dalam pembentukan bunga, sementara kalium membantu memperkuat batang dan mempercepat buah, sehingga lebih besar dan bisa tahan terhadap penyakit.

2. Pupuk yang Direkomendasikan pada Fase Generatif

Ada beberapa jenis pupuk yang dapat digunakan di fase generatif, antara lain yaitu:

  • Pupuk Gandasil B, di mana dalam pupuk ini banyak terkandung unsur hara makro maupun mikro yang lengkap seperti fosfor, nitrogen, boron, dan lain sebagainya.

  • Pupuk NPK, pupuk ini memiliki kandungan fosfat dan kalium dalam bentuk nitrat di dalamnya, sehingga mudah diserap oleh tanaman.

    Selain itu, karena saat fase generatif, tanaman membutuhkan asupan fosfat dan kalium lebih banyak untuk mencegah kerontokan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas buah.

3. Dosis Pemupukan

Pupuk pada fase generatif ini dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan pada daun tanaman cabe. Dari dosis pupuk yang akan diberikan berdasarkan takaran 16 liter air per satu tangki semprot.

Adapun untuk dosisnya adalah sebagai berikut.

  • Pupuk gandasil B 1-1,5 sendok makan/16 liter air.

  • Pupuk NPK 2-3 sendok makan/16 liter air

Untuk memaksimalkan kinerja pupuk, bisa menambahkan perekat khusus pestisida dengan dosis yang sesuai anjuran pada label kemasan.

4. Cara Aplikasi Pupuk

Masukkan pupuk ke dalam 16 liter air, lalu aduk pupuk hingga benar-benar larut dan merata. Masukkan larutan pupuk ke dalam tangki semprot dan pupuk siap diaplikasikan.

Cara aplikasi pupuk ini, pada bagian bawah daun lebih diperbanyak, karena stomata terbanyak berada pada bagian bawah daun. Oleh sebab itu, pola penyemprotan dimulai dari bagian bawah daun, lalu bagian atasnya.

Itulah empat prosedur pemupukan cabe fase generatif yang penting agar cabe tumbuh sehat. Dengan memperhatikan prosedur di atas, diharapkan bisa menghasilkan panen memuaskan. (NOV)

Baca juga: Urutan Cara Budidaya Cabe Rawit agar Berbuah Lebat