Konten dari Pengguna

Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Tempat Ibadah dengan Arsitektur Unik

Seputar Jabar

Seputar Jabar

Artikel yang membahas wisata dan kuliner di daerah Jawa Barat

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Jabar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masjid Agung Sang Cipta Rasa, foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya: Unsplash/Mario La Pergola
zoom-in-whitePerbesar
Masjid Agung Sang Cipta Rasa, foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya: Unsplash/Mario La Pergola

Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah tempat ibadah umat Islam di Cirebon yang memiliki arsitektur unik. Berkat keunikan tersebut, masjid ini kerap dituju sebagai destinasi wisata religi bagi banyak orang.

Dikutip dari situs cirebonkota.go.id, masjid ini merupakan salah satu peninggalan para wali sekaligus bukti syiar Islam di Tanah Jawa. Jadi tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi salah satu peninggalan sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Lokasi dan Daya Tarik dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa, foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Masjid Agung Sang Cipta Rasa terletak di Komplek Kasepuhan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Lokasinya masih berada di pusat kota, tepatnya dekat dengan Alun-Alun Sangkala Buana dan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Berdasarkan informasi dari situs uinsgd.ac.id, diketahui bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1498 M saat pemerintahan Syarif Hidayatullah. Bahkan, masjid ini disebut sebagai masjid tertua yang ada di wilayah Cirebon.

Daya tarik dari Masjid Sang Cipta Rasa ini adalah bentuk arsitekturnya yang unik. Pembangunan masjid ini mengadopsi gaya masjid Demak serta etnik dan budaya yang beragam.

Menariknya, masjid ini memiliki jumlah pintu masuk sebanyak 9 pintu. Hal ini dikarenakan saat pembangunan, ada keterlibatan dari Walisongo, termasuk dengan Sunan Kalijaga yang dipercaya sebagai pimpinan proyek pembangunan masjid.

Ciri khas lainnya dari Masjid Sang Cipta Rasa adalah adanya 12 saka guru atau tiang utama yang disusun dari tatal, yaitu pecahan kayu berukuran kecil yang disatukan. Namun, karena sudah dimakan usia, kini semua saka guru tersebut telah diberi penopang tambahan.

Daya tarik lainnya dari adalah gaya arsitektur yang merupakan perpaduan dari gaya Nusantara dan Hindu-Majapahit. Gaya tersebut dapat dilihat dari bagian atap berbentuk limas yang bersusun tiga dengan ukuran yang semakin mengecil ke atas.

Masjid ini juga memiliki dua bagian, yaitu ruang utama dan serambi. Di ruang utama terdapat mihrab atau tempat imam yang bagian atapnya berbentuk lengkungan berhias motif bunga matahari dengan lidah api dan sulur-sulur yang disangga dengan tiang.

Sementara, di bagian dinding masjid terbuat dari bahan bata merah yang berwarna dominan merah. Bangunan bata ini tampak mencolok, sehingga menjadi salah satu ciri dari Masjid Sang Cipta Rasa.

Baca juga: Masjid Agung Tasikmalaya: Ikon Religi dan Sejarah Kota

Tidak hanya menjadi tempat beribadah bagi umat Islam, Masjid Agung Sang Cipta Rasa juga menyimpan sejarah yang menarik untuk diketahui. Apalagi bangunan masjid ini memiliki banyak keunikan yang berbeda dari masjid lainnya. (PRI)