Konten dari Pengguna

Gunung Pegat Lamongan: Lokasi, Mitos, dan Daya Tariknya

Seputar Surabaya

Seputar Surabaya

Artikel yang membahas seputar kota Surabaya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Surabaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gunung Pegat Lamongan. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: pexels.com/Ildikó Almási
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Pegat Lamongan. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: pexels.com/Ildikó Almási

Gunung Pegat Lamongan adalah destinasi yang cukup populer di kawasan Jawa Timur. Hal itu karena bentuk gunungnya yang tidak menyerupai gunung pada umumnya. Gunung di Lamongan ini hanya mempunyai ketinggian kurang lebih 60 mdpl.

Selain keunikannya tersebut, Gunung Pegat juga terkenal akan mitosnya yang bukan hanya dikenal oleh masyarakat lokal, tetapi juga masyarakat sekitar Lamongan.

Lokasi Gunung Pegat Lamongan

Gunung Pegat Lamongan. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: pexels.com/Cătălin Todosia

Saat mendengar nama Lamongan, masyarakat mungkin akan terpikirkan Wisata Bahari Lamongan (WBL). Namun, kabupaten yang terkenal akan kuliner sotonya tersebut juga memiliki wisata lain, seperti Gunung Pegat.

Dikutip dari laman resmi lamongankab.go.id, Gunung Pegat Lamongan berada di kawasan Karang Asem, Karangkembang, Babat, Lamongan. Gunung ini mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu ketinggiannya yang hanya mencapai sekitar 60 mdpl.

Bagi yang tertarik untuk berkunjung, Gunung Pegat buka setiap hari selama 24 jam dan tanpa dipungut biaya alias gratis.

Mitos Gunung Pegat Lamongan

Gunung Pegat Lamongan. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: pexels.com/Enrique

Gunung Pegat dikenal akan mitosnya yang melegenda di kalangan masyarakat Lamongan dan sekitarnya. Hal itu berkaitan dengan nama "pegat" yang dalam bahasa Jawa berarti "cerai". Berdasarkan kepercayaan masyarakat, orang yang hendak menikah dan melewati gunung tersebut, pernikahannya berisiko mengalami perceraian di masa depan.

Oleh sebab itu, ada syarat yang diyakini masyarakat setempat untuk mencegah hal tersebut, yaitu melepaskan ayam hidup sebelum melewati Gunung Pegat. Meskipun sekadar mitos, tetapi banyak masyarakat tetap melepaskan ayam hidup sebelum melangsungkan pernikahan dan hendak melintasi kawasan Gunung Pegat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Daya Tarik Gunung Pegat Lamongan

Gunung Pegat Lamongan. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: pexels.com/SlimMars 13

Terlepas dari mitosnya, gunung di Lamongan tersebut menyuguhkan panorama alam unik dan cocok untuk dijadikan salah satu destinasi saat liburan. Adapun sejumlah daya tarik Gunung Pegat Lamongan, yaitu.

1. Pemandangan Alam Indah

Kawasan Gunung Pegat di kelilingi oleh perbukitan kapur terjal dan tebing kapur menjulang tinggi. Wisatawan juga akan menjumpai goa-goa kecil di sekitarnya serta pepohonan hijau, sehingga tampak asri. Destinasi wisata ini juga cocok dijadikan spot untuk menikmati matahari tenggelam sambil bersantai setelah menjalani rutinitas harian.

2. Menikmati Kopi di Gunung Pegat

Di area Gunung Pegat banyak dijumpai kedai kopi yang bisa dikunjungi para wisatawan sambil menikmati pemandangan alam. Terlebih lagi saat malam hari, kedai kopi di kawasan tersebut akan menyuguhkan cahaya lampu yang tampak indah.

Baca juga: Tebing Cafe Paciran Lamongan untuk Nongkrong dengan Panorama Cantik

Demikian informasi terkait lokasi Gunung Pegat Lamongan, mitos, hingga daya tariknya. Bagi yang tertarik untuk berkunjung, wisatawan bisa mengakses gunung ini dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. [ENF]