Gua Kiskendo dan Cerita Rakyat yang Menyertainya

Seputar Yogyakarta
Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.
Konten dari Pengguna
12 April 2024 7:35 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gua Kiskendo. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Shawn Pang
zoom-in-whitePerbesar
Gua Kiskendo. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Shawn Pang
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Gua Kiskendo mungkin terletak di lokasi tersembunyi di lekuk Pegunungan Menoreh. Namun, gua ini menyimpan beberapa versi cerita rakyat yang telah turun temurun dikisahkan. Salah satunya kisah Subali dan Sugriwa.
ADVERTISEMENT
Sebagai tempat yang menyimpan banyak cerita, gua ini menawarkan tak hanya keindahan alam. Namun, juga sebuah perjalanan melalui waktu, ketika pengunjung dapat menyelami kekayaan budaya dan sejarah lokal.

Cerita Rakyat di Balik Pesona Gua Kiskendo

Gua Kiskendo. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash
Alkisah di Bukit Menoreh, ada gua tempat Mahesa Sura dan Lembu Sura, dua bersaudara dengan kekuatan ajaib, tinggal. Mereka memiliki kemampuan unik: jika satu meninggal dan yang lain melangkahinya, yang mati akan hidup kembali.
Mahesa Sura bermimpi menikahi Dewi Tara dari Kahyangan dan memutuskan untuk mewujudkan mimpinya meskipun Lembu Sura, adiknya, memperingatkan bahwa itu mustahil. Lembu Sura tetap pergi ke Kahyangan untuk melamar Dewi Tara untuk kakaknya. Namun sayangnya, ditolak. Mahesa yang marah memutuskan untuk menyerang Kahyangan dan berhasil membawa Dewi Tara ke bumi.
ADVERTISEMENT
Para dewa di Kahyangan mencari cara untuk mengembalikan Dewi Tara. Mereka memberikan kekuatan Aji Pancasona kepada Subali, yang sedang bertapa, dengan syarat dia harus mengalahkan Mahesa Sura dan Lembu Sura serta mengembalikan Dewi Tara.
Subali setuju, dan bersama adiknya Sugriwa, mereka bertarung melawan Mahesa dan Lembu Sura. Dengan kekuatan Aji Pancasona, Subali berhasil mengalahkan keduanya tetapi terjadi kesalahpahaman. Sugriwa mengira Subali terbunuh bersama Mahesa dan Lembu Sura, sehingga dia menutup gua dan membawa Dewi Tara kembali ke Kahyangan.
Sugriwa kemudian menikahi Dewi Tara. Sementara Subali, yang berhasil keluar dari gua, merasa dikhianati. Subali dan Sugriwa bertarung, tetapi pertarungan mereka dihentikan oleh ayah mereka, Resi Gotama, yang kemudian marah kepada Subali karena keangkuhannya.
ADVERTISEMENT
Resi Gotama mengutuk Subali akan mati di tangan Prabu Rama Wijaya. Meskipun terjadi konflik, Sugriwa tetap menikah dengan Dewi Tara dan mendapat kerajaan di Gua Kiskendo, yang dinamakan Kerajaan Pancawati.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket

Gua Kiskendo. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash
Gua Kiskendo adalah tempat yang bagus untuk mengetahui lebih dalam tentang cerita rakyat Yogyakarta ini. Di sana, pengunjung bisa melihat langsung relief di stalagtit yang menceritakan kisah-kisah tersebut seperti dalam sebuah pertunjukan.
Berdasarkan informasi dari situs dinpar.kulonprogokab.go.id, Gua Kiskendo terletak di Desa Jatimulyo, di area pegunungan karst Pegunungan Menoreh. Dengan jarak 38 km dari Jogja dan 21 km dari Wates, gua ini terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 09.00 hingga 17.00.
ADVERTISEMENT
Tiket masuknya cukup terjangkau, Rp 6.000 per orang. Bagi yang membutuhkan, ada layanan sewa senter dan helm dengan harga Rp 10.000. Untuk parkir, biayanya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil, jadi pengunjung tidak perlu khawatir tentang tempat parkir saat datang ke sini. (CR)