Menelusuri Masjid Agung Bantul Kebanggaan Masyarakat

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masjid Agung Bantul atau Masjid Agung Manunggal Bantul menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kabupaten Bantul. Masjid ini dijadikan sebagai tempat ibadah sekaligus lokasi wisata yang wajib dikunjungi ketika di Bantul.
Menurut bantulkab.go.id, Kabupaten Bantul terletak di sebelah Selatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di kabupaten yang berjarak 33 menit dari Kota Yogyakarta itu ada beberapa masjid yang punya kisah menarik.
Ada Masjid Sabillurosyad yang telah dibangun sejak 538 tahun lalu dan juga Masjid Agung Manunggal Bantul yang memiliki sentuhan khas Jawa pada bangunannya.
Pendirian dan Konsep Masjid Agung Bantul
Masjid Agung Bantul, yang diberi nama Masjid Agung Manunggal, Bantul berdiri atas gagasan seorang tokoh masyarakat bernama KH. Mathoriq Al Huda. Beliau merupakan pendiri PDHI atau Persatuan Djamaah Haji Indonesia.
Pembangunan Masjid Agung ini mulai digagas sekitar tahun 1977 silam. Pendirian masjid ini dilakukan untuk memberikan ikon bagi umat muslim sekaligus ingin menghadirkan sebuah bangunan masjid yang monumental.
Di kala itu, sebanyak 95% dari total populasi Kabupaten Bantul merupakan umat muslim dan membutuhkan masjid sebagai tempat ibadah.
Proses pembangunan masjid ini dimulai secara resmi tahun 1984, setelah mendapatkan izin dari DPRD dan Departemen Agama setempat. Lahan seluas 15.540 meter persegi dijadikan lokasi pembangunannya.
Konsep Bangunan Masjid Agung Manunggal Bantul
Masjid Agung Manunggal Bantul punya konsep yang sederhana. Arsitektur bangunannya mengacu pada bangunan Masjid Amal Muslim Pancasila di Semarang.
Arsitektur yang mendesain masjid ini adalah Sunardi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum pada masa itu. Meskipun merupakan seorang nasrani, Sunardi membuat desain masjid dengan sangat baik.
Menggunakan konsep bangunan joglo, Masjid Agung Manunggal Bantul punya Kejawen yang terasa jelas. Kesan Kejawen terlihat dari bentuk bangunan dan ukiran yang menghiasi di bangunan.
Bentuk ukirannya terinspirasi dari seni ukir yang ditemukan pada Masjid Agung Demak. Selain itu, masjid menggunakan atap khas bangunan joglo yang terkesan indah.
Masjid ini memiliki pintu yang punya bentuk khas gunungan Jawa dan juga 4 tiang penyangga yang terbuat dari kayu jati ukir yang kokoh. Dua hal inilah yang juga menjadi ikon untuk Masjid Agung Bantul.
Baca juga: 4 Kuliner Pagi Jogja yang Enak dan Legendaris
Masjid Agung Bantul sebagai Tempat Ibadah dan Objek Wisata
Saat ini Masjid Agung Manunggal Bantul masih terus digunakan sebagai tempat ibadah. Masjid ini juga didatangi wisatawan maupun yang bepergian sebagai musafir untuk beribadah dan beristirahat sejenak.
Fasilitas yang ada pada Masjid Agung Manunggal Bantul cukup memadai sebagai tempat ibadah dan menimba ilmu agama. Masjid ini dilengkapi dengan tempat ibadahnya luas, nyaman, dan serta terdapat pula jam masjid yang mempermudah jamaah menentukan waktu shalat.
Masjid Agung Bantul yang menjadi salah satu masjid ikonik ini juga menjadi tempat ibadah kebanggan yang berkesan bagi masyarakat di sekitarnya.
Itulah informasi mengenai sejarah Masjid Agung Bantul, yang menjadi kebanggan masyarakat Kabupaten Bantul. (Fitri A)
